5 parts Complete Buat yang dewasa-dewasa aja, bocil dilarang mendekat (21+)
Alea masih enggan melepaskan diri. Tubuhnya setengah menindih Arka, pahanya bersentuhan, kulit mereka masih menyimpan panas yang sama. Kamar itu beraroma pelan. Napas. Kulit. Malam yang terlalu jujur.
"Kamu selalu diam setelahnya," gumam Arka, suaranya rendah, serak, masih dekat dengan telinga Alea.
Alea mengangkat wajahnya sedikit. Matanya setengah terpejam. "Karena aku lagi nyimpen kamu. Biar besok enggak lupa rasanya."
Jari Arka bergerak menyusuri pinggang Alea dengan santai, seolah tidak terburu apa pun. Sentuhan yang tidak meminta, tapi membuatnya menetap. Alea menghela napas pelan, membiarkan dirinya tenggelam di sana.
"Kalau orang lihat kita sekarang," ucap Arka lirih, "mereka enggak bakal percaya kita bisa saling benci."
Alea tersenyum tipis, bibirnya hampir menyentuh kulit Arka. "Mereka cuma kenal versi kita yang sopan. Yang dingin. Yang aman."
Ia merapatkan tubuhnya, dagunya bertumpu di dada Arka. Detak jantung itu terasa jelas. Konsisten. Seolah berkata bahwa setidaknya di tempat ini, tidak ada yang perlu disembunyikan.
"Aku suka kamu begini," kata Arka. "Enggak pakai jarak."
"Aku cuma bisa begini sama kamu," jawab Alea jujur.
Keheningan kembali turun. Bukan yang canggung, tapi yang penuh. Arka mengecup pelan kening Alea, lama, seolah tidak ingin melepas momen itu terlalu cepat.