Ular dan singa betina

Ular dan singa betina

  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 21, 2026
WpInfo
Fanfic
Wizarding World: Harry Potter
Takdir merancang rencana yang bahkan membuat Albus Dumbledore terkesima: pada tahun 1991, Severus Snape terikat sebagai belahan jiwa seorang gadis yang baru saja memulai tahun pertamanya di sekolah - Hermione Granger. Tetapi sampai ulang tahunnya yang ketujuh belas, dia tidak boleh mengetahui apa pun tentang hal itu. Saat bayangan Voldemort bangkit sekali lagi, Severus harus memainkan peran ganda: pelindung Harry Potter - anak laki-laki yang dibencinya - dan penjaga tak terlihat dari seorang gadis. Namun semakin dewasa Hermione, semakin dia merasa ada sesuatu yang menariknya ke arah Guru Ramuan yang misterius dan sarkastik itu. Dapatkah ikatan belahan jiwa memengaruhi perang? Akankah Severus Snape memenuhi perannya - atau justru hancur karenanya? Dan apa yang terjadi ketika Hermione mengetahui kebenarannya? Sebuah kisah yang penuh rahasia, ketegangan, dan ikatan yang lebih kuat dari kutukan apa pun.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Transmigrasi Ziora
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • GRAVARENZO
  • Tsundere Maniak Susu
  • I'm Not Just a Figuran
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • The Time
  • GHAIKA (REVISI)

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines