Dewa Geni

Dewa Geni

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 21, 2026
"Dunia persilatan tak diperuntukkan kepada mereka yang tak mampu bertahan, melainkan bagi mereka yang keras kepala, bersedia kesepian, atau mengejar puncak kekuatan dan kekuasaan." Sebagai seorang anak lelaki yang baru saja ditinggalkan oleh kedua orang tuanya, Arsanu, berniat menjejaki dunia persilatan. Dengan modal harapan serta tekad yang tak pernah padam, dia bertekad membongkar alasan hilangnya kedua orang tuanya. Namun, tak ada yang tahu bagaimana akhir dari perjalanan panjangnya. Musuh-musuhnya tersebar di seluruh penjuru dunia, baik yang di bumi maupun yang di langit. Apakah dia akan berhasil atau justru gagal meraih kemenangannya? Suatu masa, dia ditinggal mati oleh kekasihnya. Dia dikhianati oleh sahabatnya. Belum lagi musuh yang terlampau kuat ada dimana-mana. Akan tetapi, dia telah bersumpah dengan pedangnya kepada sang surga. "Dengan pedang, aku menantang Raja! Menantang Naga! Menantang Iblis! Menantang Dewa! Aku menantang siapapun yang ada di Bumi dan Langit! Siapapun yang berani menghalangiku, maka harus tunduk di bawah pedangku!"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Tsundere Maniak Susu
  • GHAIKA (REVISI)
  • The Time
  • I'm Not Just a Figuran
  • GRAVARENZO
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Transmigrasi Ziora

BEBERAPA PART DI PRIVATE, SILAKAN FOLLOW UNTUK MEMBUKA. Dalam pikiran dan hati Laura hanya ada Leon. Laki-laki itu seolah sudah menjadi pusat dunianya. Semua orang tahu bagaimana kerasnya cara gadis itu selalu mengejar dan berusaha menarik perhatian Leon. Tetapi setelah malam itu, Laura tidak lagi mengejar dan berusaha mendapatkan perhatian Leon. Tatapan penuh cinta dan kasih sayang itu sudah berganti dengan tatapan penuh kebencian dan perasaan muak.

More details
WpActionLinkContent Guidelines