END -jembatan terakhir kita

END -jembatan terakhir kita

  • WpView
    Reads 9,103
  • WpVote
    Votes 131
  • WpPart
    Parts 26
WpMetadataReadComplete Fri, Jun 26, 2026
Di Antara Kabut Eloria Liora Fen hanyalah gadis biasa dari Libertera. Belum bersumpah pada negara, belum terikat pada siapa pun. Dalam perjalanannya ke Eloria, ia bertemu dengan seorang lelaki bernama Luis Archeon-seseorang yang ia kira hanyalah rakyat biasa. Mereka saling mengenal lewat pertemuan rahasia dan surat-surat yang tak pernah boleh dibaca siapa pun. Namun Liora tak tahu, lelaki yang ia cintai adalah pemimpin perang negeri bangsawan yang selama ini memerangi negaranya sendiri. Saat sumpah, tugas, dan luka mulai mengikat hidupnya, cinta mereka berubah menjadi sesuatu yang harus disembunyikan. Karena di dunia yang memisahkan manusia dan kasta, mencintai bukan hanya salah- tetapi berbahaya. Sebuah kisah cinta terlarang, tentang dua jiwa yang bertemu di antara perang, dan menghilang bersama kabut perbatasan.
All Rights Reserved
#458
historicalromance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • S Di Antara Dua N
  • Ervan Carolline
  • (PO) Stole His Heart (Season Series #4)
  • Aroma Waktu
  • Love Me, Please!! (Sequel My Beautiful Rose)
  • Gadis Dimensi Lain (ON GOING)
  • SALAH OBAT
  • 𝗗𝗲𝗸𝗮𝗽𝗮𝗻 𝗦𝗮𝗻𝗴 𝗗𝗲'𝗔𝘁𝗵𝗼𝘀
  • SHOOT ME [KYJ & JAE]
  • GHOST FACE: NEXT, ARE YOU READY? (21+) ✔️

Dunia menyambut Navaro Azael Aryan dengan tangis haru dan sorak sorai. Lima menit kemudian, Nazino Azel Arian lahir, melengkapi kebahagiaan yang sudah meluap. Namun, takdir rupanya masih menyimpan kejutan di balik tirai. Lima belas menit berlalu, saat ruang persalinan hampir tenang, kontraksi hebat kembali datang. Lahir lah si bungsu, Savero Aziel Arthan. Alih-alih sorak sorai, keheningan yang canggung justru menyelimuti ruangan. Tatapan kedua orang tua mereka bukan lagi binar bahagia, melainkan keterkejutan yang sulit diartikan. Maklum saja, selama sembilan bulan pemeriksaan USG, dokter hanya menyatakan ada dua janin. Savero kecil rupanya sangat pandai bersembunyi di balik punggung kedua kakaknya, seolah ia memang sudah terbiasa mengalah sejak dalam kandungan. Perbedaan itu dimulai sejak detik pertama mereka menghirup udara dunia. Saat ketiganya menangis bersahutan, sang ibu langsung meminta suster membawakan Nazino ke pelukannya, sementara sang ayah sibuk menenangkan Navaro yang tampak gelisah. Lalu, bagaimana dengan Savero? Ia hanya menangis di dalam boks bayi, ditenangkan oleh usapan sarung tangan karet seorang suster yang merasa iba. Sejak saat itu, garis pembatas itu nyata adanya. Perbedaan itu bukan sekadar ketidaksengajaan, melainkan menjadi identitas yang melekat. Lihat saja namanya. Kedua kakaknya kompak menggunakan inisial N, sementara ia terlempar jauh ke abjad S. Kebiasaan dibedakan selama belasan tahun membentuk mental Savero menjadi baja. Ia bukan tipe remaja yang akan mengurung diri di kamar dan menangis hanya karena tidak dibelikan baju yang sama dengan kakak-kakaknya. Justru, Savero membangun dunianya sendiri dengan prinsip Anti Mainstream. Start : 8/3/2026 End : - Sampul by Ai

More details
WpActionLinkContent Guidelines