TATKALA

TATKALA

  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 24, 2026
WpInfo
Fiction
Historical
BUKU PERTAMA Batavia tahun 1920 menjadi medan tempur yang sunyi bagi Ibrahim Alauddin. Di tengah ketatnya patroli serdadu Belanda pasca Perang Dunia I, Ibrahim memilih jalan perlawanan yang berbeda: ia menyelundupkan pengetahuan. Baginya, rakyat yang buta huruf dan tidak bisa berhitung adalah sasaran empuk penindasan. Dengan naskah rahasia di balik saku bajunya, ia menyusup ke sudut-sudut kota yang lembap, menantang aturan kolonial yang melarang rakyat berkumpul, demi satu tujuan. Mencerdaskan mereka yang selama ini dibungkam. Perjuangan Ibrahim membawanya hingga ke pelabuhan kecil dan gudang-gudang tua, tempat ia harus bernegosiasi dengan para pemilik mesin cetak yang ketakutan. Di bawah ancaman sepatu lars dan pemeriksaan ketat para perwira Belanda, Ibrahim Alauddin tetap tenang mempertaruhkan nyawanya agar risalah tentang martabat dan hak pribumi bisa sampai ke tangan buruh serta pedagang kecil. Ini adalah kisah tentang seorang pria yang percaya bahwa satu lembar kertas yang dibaca dengan paham, jauh lebih berbahaya bagi penjajah daripada seribu teriakan tanpa rencana. BUKU TATKALA AKAN DIBAGI TIGA BUKU
All Rights Reserved
#33
pribumi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BUN𝖦A PRIBUΜI |ᴅɪғғᴇʀᴇɴᴛ ʙʟᴏᴏᴅ| [END]
  • Asmaranala
  • ✅ SUAMI KAISAR
  • Duchess of Valtor
  • Permaisuri Palsu dan Harem Yang Kucuri
  • SINGASARI, I'm Coming! (END)
  • 𝐒𝐓𝐎𝐑𝐘 𝟏𝟗𝟔𝟓 ║𝐏𝐈𝐄𝐑𝐑𝐄 𝐓𝐄𝐍𝐃𝐄𝐀𝐍
  • Para ibu generasi tahun 60-an dimanipulasi secara mental

Sebutan wanita rendahan yang orang lain sematkan padanya tak membuat gadis itu menyesali keputusannya. Awalnya ia berpikir demikian, sampai di mana dirinya bertemu dengan sosoknya yang bagai hutan luas. Memberikan kesan tenang diawal, namun menyesatkan saat terlalu jauh melangkah. Perasaan gelisah menghantui seolah pohon-pohon itu siap menelannya dalam keterpurukan saat tak menemukan jalan pulang. Hanya ada hijau, seperti sorot matanya yang begitu dalam. Tak sampai di situ, rentetan kejadian tak terduga yang mengubah hidup dan cara pikirnya membuat Widari menyesali pilihannya. Kata 'andai', hanya sebatas kata yang tak bisa tercapai. Kehilangan orang-orang terkasih membuatnya tersadar, kini hidupnya tak lagi berarti. Keegoisan untuk hidup berdasarkan pilihannya sendiri kini ia sesali. Sosok baru datang. Seorang yang tempat asalnya masih abu-abu, sosok yang tak bisa Widari nilai dengan mudah, punggung lebar yang berdiri di hadapannya, melindunginya tanpa alasan yang jelas, mencoba menerobos masuk tanpa ia beri kesempatan. Hingga akhirnya memilih berakhir, mengakhiri takdir menyedihkan bersamanya dalam keputusasaan dan kehilangan... ____ ____ ● Mungkin terdapat beberapa kesalahan yang tak disadari oleh penulis. ●Semua dalam cerita hanya fiksi semata dan tak ada sangkut pautnya dengan kehidupan asli seseorang. ____ ~JANGAN LUPA MENINGGALKAN JEJAK SETELAH MEMBACA, BERUPA VOTE & KOMEN~ ----- Cerita yang saya buat semata-mata hanya untuk dinikmati dan tidak untuk menyinggung pihak mana pun. Maaf jika ada salah yang tidak saya sengaja ataupun tidak saya ketahui. ----- PERINGATAN! CERITA YANG SAYA BUAT MURNI PEMIKIRAN SAYA SENDIRI. JADI TOLONG JANGAN COPY CERITA INI DENGAN ALASAN APAPUN! PLAGIAT HARAP MENJAUH! ___ NOTE : JIKA TIDAK MENYUKAI WATAK KARAKTER DALAM CERITA INI DIPERSILAHKAN UNTUK BERHENTI MEMBACA ATAU BACA CERITA SAYA YANG LAIN. ____ Publikasi: 15-05-2024 ____ Pictures: Canva & AI

More details
WpActionLinkContent Guidelines