Atualizamos nossas Diretrizes de Conteúdo.
Consulte as diretrizes mais recentes para continuar compartilhando histórias com segurança.
Saiba mais
TATKALA

TATKALA

  • WpView
    Leituras 20
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Capítulos 12
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização dom, mai 24, 2026
WpInfo
Ficção
Histórico
BUKU PERTAMA Batavia tahun 1920 menjadi medan tempur yang sunyi bagi Ibrahim Alauddin. Di tengah ketatnya patroli serdadu Belanda pasca Perang Dunia I, Ibrahim memilih jalan perlawanan yang berbeda: ia menyelundupkan pengetahuan. Baginya, rakyat yang buta huruf dan tidak bisa berhitung adalah sasaran empuk penindasan. Dengan naskah rahasia di balik saku bajunya, ia menyusup ke sudut-sudut kota yang lembap, menantang aturan kolonial yang melarang rakyat berkumpul, demi satu tujuan. Mencerdaskan mereka yang selama ini dibungkam. Perjuangan Ibrahim membawanya hingga ke pelabuhan kecil dan gudang-gudang tua, tempat ia harus bernegosiasi dengan para pemilik mesin cetak yang ketakutan. Di bawah ancaman sepatu lars dan pemeriksaan ketat para perwira Belanda, Ibrahim Alauddin tetap tenang mempertaruhkan nyawanya agar risalah tentang martabat dan hak pribumi bisa sampai ke tangan buruh serta pedagang kecil. Ini adalah kisah tentang seorang pria yang percaya bahwa satu lembar kertas yang dibaca dengan paham, jauh lebih berbahaya bagi penjajah daripada seribu teriakan tanpa rencana. BUKU TATKALA AKAN DIBAGI TIGA BUKU
Todos os Direitos Reservados
#7
batavia
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Asmaranala
  • Para ibu generasi tahun 60-an dimanipulasi secara mental
  • Duchess of Valtor
  • SINGASARI, I'm Coming! (END)
  • Permaisuri Palsu dan Harem Yang Kucuri
  • 𝐒𝐓𝐎𝐑𝐘 𝟏𝟗𝟔𝟓 ║𝐏𝐈𝐄𝐑𝐑𝐄 𝐓𝐄𝐍𝐃𝐄𝐀𝐍
  • SUAMI KAISAR
  • BUN𝖦A PRIBUΜI |ᴅɪғғᴇʀᴇɴᴛ ʙʟᴏᴏᴅ| [END]

Di awal kisah, aku dan kamu satu. Parasku itu parasmu. Ragaku serupa ragamu. Namun hidupmu ibarat jalan landai berhias ilalang, sedangkan hidupku layaknya tikungan curam terjal berbatu. Dirimu begelimang kasih, tapi diriku berbalut nestapa. Mudah untukmu, yang sulit jadi bagianku. Kamu beruntung, aku yang sial. Kenapa harus kamu, bukan aku? Memang apa kesalahanku? Salahkan jika kini aku ingin berada di posisimu? Saudariku, kumohon menghilanglah selamanya. PERHATIAN!!! Cerita ini seluruhnya FIKTIF belaka serta tidak terkait dengan sejarah kerajaan manapun walau kisah berlatar kerajaan masa lampau. Semua nama, tokoh, karakter, tempat, waktu, dan jalan cerita hanya rekaan demi kepentingan HIBURAN semata.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo