Pohon dan Ranting
Bagi Juang, tahun terakhir di pesantren seharusnya menjadi babak penutup yang tenang. Namun, sebuah isak lirih dari lorong asrama yang gelap merobek segalanya dalam semalam. Di sana, ia menyaksikan sisi kelam yang selama ini tersembunyi rapat, memaksa Juang mengambil sebuah tindakan drastis yang mengubah garis takdirnya selamanya.
Dunia seakan membeku saat sebuah nyawa melayang dan kebenaran mulai dipertaruhkan. Juang terjebak dalam keheningan yang menyesakkan ketika melihat bagaimana sebuah rahasia besar berusaha diredam. Di tengah kekacauan itu, ia harus menyaksikan dengan hati hancur saat seseorang yang ia sayangi justru melangkah ke tengah badai demi memikul beban yang bukan miliknya.
Dalam sebuah pembicaraan yang menghimpit dada, Buya akhirnya mengungkap alasan di balik keputusan sulit yang ia ambil. Ini bukan sekadar tentang nama baik, melainkan sebuah upaya nekat untuk memutus lingkaran luka yang sudah terlalu lama berakar di sana.
Kini, Juang berdiri di persimpangan jalan dengan sebuah rahasia yang tak mungkin ia bagi. Sanggupkah ia menerima bahwa terkadang, ada yang harus dikorbankan agar sesuatu yang lebih besar tidak ikut hancur? Dan benarkah luka itu bisa benar-benar berakhir hanya dengan cara dipatahkan?
All Rights Reserved