pohon dan ranting

pohon dan ranting

  • WpView
    LECTURES 21
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Chapitres 1
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mar., janv. 20, 2026
WpInfo
Histoires vraies
Pohon dan Ranting Bagi Juang, tahun terakhir di pesantren seharusnya menjadi babak penutup yang tenang. Namun, sebuah isak lirih dari lorong asrama yang gelap merobek segalanya dalam semalam. Di sana, ia menyaksikan sisi kelam yang selama ini tersembunyi rapat, memaksa Juang mengambil sebuah tindakan drastis yang mengubah garis takdirnya selamanya. Dunia seakan membeku saat sebuah nyawa melayang dan kebenaran mulai dipertaruhkan. Juang terjebak dalam keheningan yang menyesakkan ketika melihat bagaimana sebuah rahasia besar berusaha diredam. Di tengah kekacauan itu, ia harus menyaksikan dengan hati hancur saat seseorang yang ia sayangi justru melangkah ke tengah badai demi memikul beban yang bukan miliknya. Dalam sebuah pembicaraan yang menghimpit dada, Buya akhirnya mengungkap alasan di balik keputusan sulit yang ia ambil. Ini bukan sekadar tentang nama baik, melainkan sebuah upaya nekat untuk memutus lingkaran luka yang sudah terlalu lama berakar di sana. Kini, Juang berdiri di persimpangan jalan dengan sebuah rahasia yang tak mungkin ia bagi. Sanggupkah ia menerima bahwa terkadang, ada yang harus dikorbankan agar sesuatu yang lebih besar tidak ikut hancur? Dan benarkah luka itu bisa benar-benar berakhir hanya dengan cara dipatahkan?
Tous Droits Réservés
#3
psychologist
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • "Beneath Her Forbidden Touch"[END]
  • Change The Plot (Niel) ✓
  • Drama di Pintu Kosan
  • REGAN's Crazy Wife (END)
  • karakter kecil ini mengasuh keluarga iblis?! {S2}
  • Mission
  • BACKSTREET
  • Chana's Transmigrasi

Elara Vionette tidak pernah mempertanyakan pekerjaan ibunya. Baginya, Livia Asteria hanyalah seorang pelayan yang pulang setiap malam dengan tubuh lelah dan senyum lembut. Sampai suatu hari, ibunya jatuh sakit. Dan Elara diminta menggantikannya. Rumah itu besar. Terlalu besar untuk menyimpan rahasia sekecil apa pun. Pernikahan sang nyonya dan suaminya hanyalah kontrak tanpa cinta. Lorong-lorongnya dipenuhi keheningan. Dan di balik pintu hitam dengan gagang emas itu... ada sesuatu yang tak pernah Elara bayangkan. Valeria Devianne tidak pernah tertarik pada siapa pun. Dingin. Tinggi. Elegan. Tak tersentuh. Sampai ia melihat putri pelayannya. Apa yang awalnya hanya rasa ingin tahu... berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam. Lebih gelap. Lebih berbahaya. Karena beberapa rasa lapar tidak pernah benar-benar hilang. Mereka hanya menunggu untuk diwariskan. Dan Elara tidak tahu... bahwa malam pertama ia mengetuk pintu itu, ia sedang melangkah masuk ke dalam kelaparan yang bukan miliknya.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu