Story cover for Duri Dalam Cinta (END) by ALIENWARE0986
Duri Dalam Cinta (END)
  • WpView
    LECTURES 518
  • WpVote
    Votes 49
  • WpPart
    Chapitres 3
  • WpView
    LECTURES 518
  • WpVote
    Votes 49
  • WpPart
    Chapitres 3
En cours d'écriture, Publié initialement janv. 21
2 nouveaux chapitres
Pernikahan LingLing dan Orm terlihat utuh di mata siapa pun. Dua perempuan yang saling mencintai, telah lama bersama, dan berencana membangun keluarga lewat program IVF impian yang seharusnya menjadi bab baru dalam hidup mereka.

Namun, setiap kali Orm membicarakan masa depan dan keinginan memiliki anak, Ling selalu menunda. Selalu ada alasan. Waktu yang belum tepat. Pekerjaan. Kesiapan mental. Hingga Orm mulai merasa sendirian dalam pernikahan yang seharusnya mereka jalani berdua.

Tanpa Orm ketahui, penundaan itu bukan tentang ketakutan... melainkan pengkhianatan.
Ling menjalin hubungan terlarang dengan satu-satunya orang yang paling dipercaya Orm sahabat terbaiknya sendiri.

Di tengah retaknya rumah tangga, Orm hanya mampu meluapkan luka dan kebingungannya pada Bam, tempat aman untuk bercerita tentang keluarga, cinta, dan rasa curiga yang tak berani ia ucapkan pada Ling. Sedikit demi sedikit, kebenaran mulai menampakkan bayangannya.

Karena terkadang, yang menghancurkan sebuah cinta bukan orang luar melainkan duri yang tumbuh diam-diam di dalamnya.
Tous Droits Réservés
Inscrivez-vous pour ajouter Duri Dalam Cinta (END) à votre bibliothèque et recevoir les mises à jour
ou
#519gxg
Directives de Contenu
Vous aimerez aussi
I'm Not Just a Figuran, écrit par izza21_b
60 chapitres En cours d'écriture
Citra Angraini adalah seorang gadis remaja yang akhirnya meregang nyawa di usia muda. Sedari kecil Citra sudah harus bolak-balik ke rumah sakit karena penyakit yang dideritanya semenjak lahir, Citra sangat suka membaca, terutama novel. Namun siapa yang menyangka Citra yang gemar membaca novel berakhir menjadi salah satu tokoh figuran bernama Sherlyn pada sebuah novel yang terakhir kali dia baca sebelum kematiannya di dunia nyata. Mengetahui tokoh Sherlyn yang akhirnya meninggal pada pertengahan novel berhasil membuat Citra sangat terpukul hingga dia membulatkan tekadnya untuk mengubah nasib Sherlyn melalui perubahan-perubahan kecil yang akan Citra lakukan. ---><--- "Pada novel Sherlyn menolak pertunangan ini, apa yang akan terjadi jika aku melakukan yang sebaliknya?" "Aku harus melakukan perubahan agar nasib Sherlyn juga berubah." "Yang benar saja, di dunia sana Aku baru saja mati, aku tidak mau mengikuti alur cerita ini dan akhirnya aku akan mati pada pertengahan novel." "Siapa yang perduli dengan novel ini, Aku sudah pernah mati sekali dan aku lebih menyayangi hidupku dari apapun." "Sesekali menjadi egois tidaklah terlalu buruk bukan. Maaf Davin aku akan memanfaatkanmu sekali ini aja." . . "Sherlyn ikut gimana baiknya aja." Setelah terdiam selama beberapa saat Sherlyn akhirnya menyetujui usulan pertunangan tersebut. Bagaimana kelanjutan kehidupan Citra di dunia novel? Bagi yang penasaran mampir aja oke . . Rank #🥇 fiance #🥇 fyp #🥇 mostwanted #🥇 teen #🥇 bucin #🥇 geng #🥇 iceboy #🥇 isekai #🥇 figuran #🥇 tenfiction #🥇 sekolah #🥇 fiksipenggemar #🥇 antagonis #🥇 tunangan #🥇 school #🥇 fiksi #🥇 sahabat #🥇 fiksiremaja #🥇 protagonis #🥈 cuek #🥈 baper #🥈 romantis #4 fantasi #5 transmigrasi #10 romance Start : 10/8/25 End : -
Vous aimerez aussi
Slide 1 of 9
Why Wasn't It Me cover
BRAVEHEART [LINGORM] END cover
antara es dan petir [ORMLING] cover
Still Waiting for You (END) cover
What's Wrong With My Secretaries? ✅️ cover
Dreaming Of Wedding Day cover
aku, kamu dan ruang hampa cover
I'm Not Just a Figuran cover
MAFIA POSESIF (END) cover

Why Wasn't It Me

22 chapitres En cours d'écriture

Tidak semua orang kalah karena tidak dicintai. Sebagian kalah karena terlalu lama mengalah. Ling tahu perasaan itu datang jauh sebelum ia siap. Ia menyukainya dalam diam, dalam jarak aman, dalam waktu yang tidak pernah ia akui sebagai miliknya. Bukan karena ia pengecut, tapi karena ada hal-hal yang lebih ia jaga daripada hatinya sendiri. Sahabatnya. Ia selalu percaya, mencintai tidak harus memiliki. Cukup melihat orang yang ia sayangi bahagia, itu sudah lebih dari cukup. Setidaknya, itulah yang selalu ia katakan pada dirinya sendiri. Sampai suatu hari, ia menyadari satu hal sederhana bahwa mengalah tidak selalu berarti mulia dan diam tidak selalu berarti kuat. Kadang, itu hanya cara paling pelan untuk terluka. Dan ketika ia akhirnya berani bertanya pada dirinya sendiri apakah ia pernah benar-benar punya kesempatan jawabannya sudah terlambat untuk diubah.