Hukum Cinta Kuno, konsep ini berasal dari filsafat Yunani, yang menyatakan bahwa cinta adalah kekuatan fundamental yang mengatur alam semesta.
Hukum Tarik-Menarik, konsep ini menyatakan bahwa apa yang kita pikirkan dan rasakan akan menarik kejadian yang serupa dalam hidup kita.
Ketertarikan, balas dendam, dan sakit hati. Bahagia? Ada, hanya saja waktu seakan berjalan secepat cahaya, tidak dirasakan lama. Dari rasa sakit berubah menjadi dendam, itu sudah menjadi hal lumrah. Tidak sedikit dari mereka yang merasakan fase tersebut. Banyak, dari semua kalangan.
⚠️PERHATIAN⚠️
[SETIAP ADEGAN BERBAHAYA DARI CERITA INI ABAIKAN TANPA MENIRUNYA SAMA SEKALI. BIJAKLAH DALAM MEMILIH BACAAN]
⑅ᵕ༚ᵕ⑅ᵕ༚ᵕ
Dan bagaimana jika dendam itu sendiri berubah menjadi rasa cinta dan kasih sayang? Dan bagaimana dari rasa cinta berubah menjadi malapetaka, yang menghancurkan segalanya?
Amarsa Anandavretha terjerat kasus kriminal yang dirinya sendiri tidak mengetahuinya. Dilanda rasa duka, sekarang ia harus menerima tuduhan yang sama sekali tidak ia lakukan. Beberapa bulan setelahnya, Amarsa harus berada di dalam jeruji besi, sendiri tak ada yang mampu menyelamatkannya.
Beberapa hari kemudian, kasus pembunuhan terjadi di suatu wilayah. Di saat mereka sibuk mencari pelaku, Amarsa harus memecahkan teka-teki setiap kejadian yang seakan mengarah kepadanya untuk terbebas. Ia tidak tahu, siapa sebenarnya yang selalu mengirim pesan-pesan misterius ini. Untuk kesekian kalinya, ia harus berpikir 2x
lebih keras dari sebelumnya.
Siapa yang sudah mengirim pesan misterius itu? Dan apa yang akan terjadi selanjutnya? Apakah pelaku tersebut akan tertangkap? Apakah Amarsa akan bebas?
PEMBERITAHUAN‼️
BERANI PLAGIAT CERITA INI, BERANI BERTANGGUNG JAWAB!
MESKI TIDAK DI DUNIA, SAYA JANJI UNTUK MENUNTUTMU DI AKHIRAT SANA.
MURNI HASIL PEMIKIRAN PENULIS.
Gyumin mengira ia telah menemukan tempat kost yang tenang dan damai.
Begitu pertama kali melangkah masuk, suasananya sunyi, nyaris tanpa suara.
Tapi malam pertama jadi kenyataan yang berbeda-kost itu berubah jadi medan perang suara.
Suara gaduh, tawa keras, alat masak beradu, bahkan suara aneh dari kamar sebelah membuatnya berpikir: "Apa aku tinggal bersama manusia... atau makhluk ajaib?"
Sekarang, Gyumin harus belajar beradaptasi dengan delapan penghuni kost lainnya-yang masing-masing lebih unik daripada yang lain.