The Golden Cage

The Golden Cage

  • WpView
    Membaca 3,639
  • WpVote
    Vote 247
  • WpPart
    Bab 46
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Mei 28, 2026
WpInfo
Fiksi
Romansa
Miliarder dan CEO
Akhir Bahagia
Tidak ada manusia yang benar-benar lahir di garis start yang sama. Keluarga itu, yang namanya selalu disebut dengan nada kagum sekaligus iri-tumbuh di atas garis start yang sempurna. Hidup mereka telah dijamin aman dan nyaman hingga dewasa. Mereka hanya perlu patuh, mengikuti aturan, dan tumbuh sesuai standar keluarga yang telah ditetapkan. Di balik kemewahan itu, mereka tidak pernah benar-benar mengenal arti kebebasan, apalagi kehangatan. Namun, di luar lingkaran emas tersebut, ada kehidupan yang berjalan dengan ritme berbeda. Ada yang belajar sejak dini bahwa nilai dirinya tidak diukur dari silsilah keluarga, melainkan dari apa yang mampu ia perjuangkan sendiri. Ada pula yang memilih untuk lebih banyak mendengar dengan duduk lebih lama dan membaca lebih dalam untuk memahami manusia tanpa perlu merasa paling benar. Ia tahu, tidak semua luka membutuhkan jawaban-sebagian hanya butuh ditemani dan dipeluk erat. Ada pula yang terbiasa merawat luka yang ia sendiri pun tak tahu dari mana asalnya. Di sana, ada perempuan-perempuan yang hidup dengan cara mereka sendiri: menyimpan kelembutan, merawat mimpi, dan tertawa lepas tanpa rasa bersalah. Mereka adalah para petarung yang merajut mimpi di sela-sela lelahnya bertahan hidup, tumbuh dalam ruang yang mereka ciptakan sendiri-sebuah ruang yang penuh kebebasan dan kehangatan. Sebelum mereka saling bertemu, tidak pernah ada janji tentang kebahagiaan. Yang ada hanyalah perjalanan masing-masing, tentang ambisi, jarak, kelas sosial, dan pilihan untuk tetap menjadi manusia di tengah tuntutan untuk menjadi "sesuatu". Di atas semua itu, ada satu keyakinan kolot yang diwariskan turun-temurun: tidak semua orang pantas berdiri sejajar. Keyakinan itulah yang kelak akan diuji. Bukan oleh pemberontakan besar yang berdarah-darah, melainkan oleh pertemuan-pertemuan kecil, oleh perasaan yang tumbuh diam-diam, dan oleh keberanian untuk berkata "tidak"-bahkan jika harus menentang dan membahayakan darah mereka sendiri.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Kembang Desa
  • Nala dan Mas Juragan
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Prahara Lamaran [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Nakula
  • Salah Status [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]

Usai menjalani pendidikan strata 1 di Ibu Kota, Adara Ruby Sanjaya (22), gadis centil nan cantik yang sering dipanggil dengan sebutan Dara diminta kembali oleh orang tuanya yang berada di desa. Menuruti adalah jalan terakhir yang harus di lakukan Dara. Dara pikir pulang ke kampung halamannya adalah pilihan yang sangat buruk, tetapi disana ia menemukan sesuatu yang sayang untuk dilewatkan. ~~~ Menjadi harapan satu-satu orang tua yang harus terjun ke dunia perdagangan, adalah takdir Biantara Pradikta (32), Bian yang merupakan anak laki-laki dari juragan tersohor se Kecamatan. Mempunyai adik perempuan yang masih berada di bangku menengah keatas, itulah alasan Bian tidak melanjutkan pendidikan paska lulus SMA. Memiliki sifat yang cuek dan tidak terlalu memikirkan tentang perempuan, padahal ibunya sering menyodorkan anak temannya untuk ia kencani, tetapi ia acuh tak acuh dengan itu. Sampai hadir seorang gadis jelita yang merupakan anak dari pengusaha beras di desanya, gadis yang menjadi buah bibir para tetangga, bukan hanya prestasi yang jarang orang dapat dikehidupan mereka, tetapi juga parasnya yang membuat para tetangga rela menyodorkan anak lelakinya pada gadis itu. Tetapi, mengapa Bian tidak menyukai itu! Cerita keseharian gadis incaran para pria dan calon menantu idaman ibu-ibu desa.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan