
Cleo Amaryllis percaya bahwa hidup berjalan sebagaimana mestinya hidup tenang, teratur, dan tidak perlu diganggu oleh perasaan yang rumit. Sebagai mahasiswi sastra yang lebih akrab dengan buku daripada manusia, ia memilih menjaga jarak dari hal-hal yang berpotensi mengacaukan fokusnya. Leon Ardian adalah kebalikannya. Mahasiswa teknik dengan prestasi gemilang, sikap dingin, dan masa depan yang telah dirancang dengan presisi. Ia tidak pernah membiarkan emosi mengintervensi ambisi, hingga sebuah pertemuan tak terencana mempertemukannya dengan Cleo. Di antara koridor kampus, ruang perpustakaan, dan senja yang perlahan meredup, keduanya terjebak dalam tarikan yang tidak dapat dijelaskan. Namun, cinta tidak selalu hadir tanpa syarat. Masa lalu, pilihan, dan ketakutan masing-masing menjadi batas yang menguji keberanian mereka. Ketika jarak terasa semakin dekat, pertanyaannya hanya satu: apakah mereka berani melawan gravitasi yang selama ini mengikat hidup mereka?All Rights Reserved
1 part