Selama lima tahun, Reyhan memendam tanda tanya tentang kematian sang kakak, Ajeng Paramitha Hapsari, yang pergi secara misterius tanpa pernah benar-benar dijelaskan.
Hingga pandemi Covid-19 mengubah sejarah hidupnya. Pertemuannya dengan tujuh gadis Kos Mawar - Bella, Nadia, Dina, Rara, Wulan, Yuni, dan Tami - tanpa disadari, justru menjadi pintu menuju kebenaran paling gelap.
Di tengah sahur, buka puasa, tawa kecil kosan, dan solidaritas, satu demi satu rahasia mulai terbuka. Tentang kampus, kekuasaan, pengkhianatan...
dan alasan mengapa tidak semua kebenaran boleh disuarakan.
Ini bukan hanya tentang Reyhan.
Ini juga tentang tujuh gadis Kos Mawar yang memilih berdiri - saat diam terasa lebih aman.
Karena di dunia yang sibuk membungkam,
keberanian selalu punya harga.