Kurangnya peran orang tua membuat Samudra tumbuh menjadi sosok yang liar. Ia hidup dalam pergaulan bebas, dia nakal, hidupnya tanpa aturan yang jelas, dan tak ragu melawan siapa pun yang berani mengusiknya.
Namun, di balik sifat liarnya, Samudra justru dikenal sangat bucin dengan Helena, adik dari sahabatnya. Karena saat semua orang membenci dan memilih menjauh dari nya, gadis itu justru memilih tetap berdiri di sisinya-bahkan ketika ia tau seberantakan apa hidupnya.
Namun lucunya, mereka memang saling mencintai, saling menjaga, dan saling memiliki, tetapi hubungan itu tak pernah benar-benar memiliki status.
Samudra memiliki alasan tersendiri, karena dia masih belum selesai dengan dirinya sendiri. Ia mencintai Helena, tapi ia takut membawa luka dan kekacauan hidupnya ke dalam kehidupan gadis itu.
Helena adalah satu-satunya orang yang tetap tinggal saat semua orang pergi, dan hal itu membuat Samudra ingin berubah. Baginya, mencintai Helena bukan hanya tentang memiliki, tapi tentang menjadi seseorang yang pantas untuk berdiri di sisinya.
"Setelah semua di dalam diri gue bener-bener sembuh, gue janji bakal jadiin lo milik gue seutuhnya, gue janji." Batin Samudra, penuh tekad dan ketulusan.
---
Peringatan; Cerita ini mengandung kata kasar, seksualitas, umpatan dan kekerasan. Jadi, harap bijak dalam memilih bacaan.
JIKA ADA KESAMAAN NAMA TOKOH, LATAR TEMPAT DAN KESALAHAN DALAM PENULISAN-MOHON DIMAAFKAN DAN DIMAKLUMI.
---
Start: 13-05-26
End: -
Do not copy this story
All Rights Reserved