PRETEND LIKE YOU KNOW ME

PRETEND LIKE YOU KNOW ME

  • WpView
    Reads 1,751
  • WpVote
    Votes 249
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 5, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Sabina Parrhesia adalah nama yang dipuja, seorang pianis kelas dunia dengan reputasi tak tersentuh dan hidup yang tampak sempurna dari kejauhan. Tapi, tidak bagi Sagara Adnan Nagendra, pria yang tidak pernah benar-benar pergi, dan membawa kemarahan yang rapi, serta ingatan yang menolak mati. Kini, sebagai dua orang dewasa yang dipertemukan kembali oleh dunia yang tidak pernah memberi pilihan adil, mereka berdiri di sisi yang berlawanan dari masa lalu yang sama. Sabina memilih jarak sebagai bentuk penebusan. Sagara memilih kebencian sebagai cara bertahan. Dua orang yang saling mengenal terlalu dalam dipaksa berpura-pura. Seolah mereka tidak pernah saling menyentuh, saling menyelamatkan, atau saling meninggalkan. --- [A Sequel to The Pavilion] ⚠️Trigger Warning: Suicide, Bullying, Sexual Assault, Abuse, Explicit Sexual Content, Adult Content, Violence, and Emotional Trauma PRETEND LIKE YOU KNOW ME by Lady Hugo 2025
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Nakula
  • Salah Status [END]
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Prahara Lamaran [END]
  • Kembang Desa
  • Stand by Me (END + MASIH BERANTAKAN, INI TULISAN PERTAMA GUE WOI MAKANYA BRNTKN)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines