Cerita ini merupakan naskah remake dari tulisan duetku bersama @viellaris_morgen. Semoga suka dengan naskah yang ini, ya.
"Kau berjanji melepaskan Thirisa." Susah payah bibir mungilnya bergerak dalam cengkeraman. "Aku sudah di sini. Urusanmu dengan Thirisa sudah selesai."
"Kau andal dalam menyelesaikan kasus-kasus pembunuhan, tetapi betapa bodoh mengerti ucapan lelaki, Lady Oribia." Dengan permukaan ibu jari, diusapnya bibir mungil si wanita dalam cengkeraman. "Sebagian besar laki-laki lebih suka mengingkari janjinya, Lady. Kau perlu banyak belajar berinteraksi dengan berbagai pria."
Cengkeraman terlepas. Nyeri menjalar ke seluruh wajah si wanita berbibir mungil. Berdecih. Meludah. Menahan kesumat yang membara di dada.
"Wanita Forensik-mu terlalu indah untuk dilewatkan." Dihampirinya wanita yang terikat. Dibiarkannya telunjuk menjelajahi setiap jengkal kulit yang sebagian tertutup ala kadarnya. Berhenti di pipi. Diketuk-ketuk dengan ujung telunjuk. "Dia ... memenuhi syarat untuk menjadi korban terakhir."
"Bedebah!" Geram yang dilayangkan Oribia hanya berbuah tawa keras dari lelaki bertopeng di hadapannya. Kumohon ... kumohon kau segera datang, Tuan Zaverie.
Mereka tak memiliki banyak waktu.
"Nah, Lady!" Moncong revolver diarahkan tepat ke dada kiri Oribia. "Kau merindukan ayahmu, bukan? Pria tua itu pasti senang bertemu dengan putri kebanggaannya. Aku berbaik hati mempertemukan kalian lebih cepat. Jim Monera harus berterima kasih kepadaku nanti."
"Kau ...."
Dor! Dor! Dor!
Bau mesiu berkelindan dengan apak ruangan di udara.
Start: 21 Januari 2026
Finish:
Update: Akan update untuk mingguan untuk hari Sabtu, ya. So, jangan lewatkan penyelidikan Oribia dan Thirisa!
🔎🔎🔎