Under the Dictator

Under the Dictator

  • WpView
    Leituras 228
  • WpVote
    Votos 46
  • WpPart
    Capítulos 12
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sáb, abr 4, 2026
Willem bukanlah sekadar atasan yang menuntut efisiensi. Di balik tatapan birunya yang sedingin es, tersimpan obsesi gelap yang mulai mengaburkan batas antara tugas dan hasrat. Bagi Willem, pribumi adalah teka-teki yang harus dipecahkan, bidak catur yang harus dikunci, dan mainan yang tak boleh disentuh oleh siapa pun. 'Karena aku suka memecahkan sesuatu yang berharga, Ningtyas. Aku tidak butuh boneka pribumi yang patuh. Aku butuh hiburan menyenangkan. Jadi, berkicaulah seperti burung kecil yang sedang ketakutan. Karena aku menantikan dirimu jatuh dan hancur akibat keangkuhanmu itu." -Willem de Vries ☆★☆★ Bertarung dengan seorang diktator bukan hanya soal adu mulut, melainkan soal siapa yang lebih dulu kehilangan kewarasannya. ☆★☆★ Cerita ini murni pemikiran penulis. Apabila ada kesalahan; baik dalam penulisan atau penyampaian informasi mohon dimaafkan. Ilustrasi cover: Canva
Todos os Direitos Reservados
#135
kolonial
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Kembang Desa
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Define the Relationship
  • Dangerous Deal S1-S2 (on going)
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Almost Married (On Going)
  • Nala dan Mas Juragan
  • NINGRUM
  • EKSKALASI
  • Nakula

Usai menjalani pendidikan strata 1 di Ibu Kota, Adara Ruby Sanjaya (22), gadis centil nan cantik yang sering dipanggil dengan sebutan Dara diminta kembali oleh orang tuanya yang berada di desa. Menuruti adalah jalan terakhir yang harus di lakukan Dara. Dara pikir pulang ke kampung halamannya adalah pilihan yang sangat buruk, tetapi disana ia menemukan sesuatu yang sayang untuk dilewatkan. ~~~ Menjadi harapan satu-satu orang tua yang harus terjun ke dunia perdagangan, adalah takdir Biantara Pradikta (32), Bian yang merupakan anak laki-laki dari juragan tersohor se Kecamatan. Mempunyai adik perempuan yang masih berada di bangku menengah keatas, itulah alasan Bian tidak melanjutkan pendidikan paska lulus SMA. Memiliki sifat yang cuek dan tidak terlalu memikirkan tentang perempuan, padahal ibunya sering menyodorkan anak temannya untuk ia kencani, tetapi ia acuh tak acuh dengan itu. Sampai hadir seorang gadis jelita yang merupakan anak dari pengusaha beras di desanya, gadis yang menjadi buah bibir para tetangga, bukan hanya prestasi yang jarang orang dapat dikehidupan mereka, tetapi juga parasnya yang membuat para tetangga rela menyodorkan anak lelakinya pada gadis itu. Tetapi, mengapa Bian tidak menyukai itu! Cerita keseharian gadis incaran para pria dan calon menantu idaman ibu-ibu desa.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo