Gerbera Merah Muda | Pierre Tendean

Gerbera Merah Muda | Pierre Tendean

  • WpView
    Reads 313
  • WpVote
    Votes 59
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 16, 2026
"Tak kenal maka tak sayang, biar sayang kita kenalan dulu. Namaku Juwita Nareswari Arunala, biasanya dipanggil Sweetheart, Sweetypie, atau... Princess." Pemuda itu memandang uluran tangannya tanpa ekspresi, "Aneh sekali, tidak ada hubungannya dan namamu terlalu panjang." Juwita tersenyum lebar, mengambil tangan Pierre langsung karena menunggu baginya terlalu lama. "Kalau gitu khusus buat kamu panggil aja aku Love." Hidup sebagai putri sulung pengusaha kaya raya membuat Juwita terdoktrin untuk menjadi anak yang manja dan apa-apa harus dituruti. Kecelakaan mobil di tengah barikade tawuran antar pelajar membuat Sang Daddy merasa tidak tahan lagi. Hari itu juga, Juwita dikirim ke masa lalu. Perjalanan waktu ke tahun 1955 membawa Juwita pada langkah-langkah kecil terseok bersama seorang tokoh pahlawan di masa mudanya, Pierre Tendean. Tidak ada Mommy yang akan membelanya dari kemarahan orang dan tidak ada Daddy yang mau menyumpal mulut korban kenakalannya dengan uang. Hanya ada dirinya sendiri, Juwita Nareswari Arunala yang harus berjuang dulu untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. "Ya sudah, kalau cinta terus mau diapakan? Memangnya kau mau berkencan dengan remaja yang belum jadi apa-apa ini?"
All Rights Reserved
#59
masalalu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝐓𝐨𝐮𝐠𝐡 𝐏𝐞𝐫𝐬𝐨𝐧𝐚𝐥𝐢𝐭𝐲 | 𝑷𝒊𝒆𝒓𝒓𝒆 𝑻𝒆𝒏𝒅𝒆𝒂𝒏
  • The Consort from Another Time
  • Seribu Candi untuk Roro Jonggrang (On Going)
  • 𝖄𝖆𝖓𝖌 𝕷𝖆𝖒𝖆 𝕻𝖊𝖗𝖌𝖎 || Pierre Tendean
  • HILAMORA 1965
  • Ketika Cinta dan Sejarah Bertabrakan
  • Before October Ends • Completed ☑
  • (END) Istri Manis Jenderal Perang
  • WAKTU DAN KAMU [TAMAT]
  • A Thousand Years [Pierre Tendean Fanfic]

"Untuk negara ini, dengan sepenuhnya aku serahkan raga dan jiwaku." Pertengahan tahun 60-an harusnya terasa hangat. Namun, seorang yang dingin dan keras malah bertemu dengan seorang yang sama pula. Pertengahan 60-an kala itu yang harusnya terasa hangat malah terasa dingin. Tidak mungkin ada musim dingin di Indonesia bukan? Tidak mungkin. Kinanti Jasmine Nareswari, tak sehari pun dihidupnya dihabiskan untuk bersantai. Tekadnya kuat, begitu pula dengan keberaniannya yang tak masuk diakal itu. Karirnya yang cemerlang dalam militer membuatnya diperebutkan oleh para Jenderal-Jenderal hebat dimiliter. Hingga, akhirnya dimenangkan oleh satu Jenderal bermarga Nasution. Kedatangannya membuat seisi rumah penasaran. Tak terkecuali, walau sulit dipercaya, seorang bermarga Tendean

More details
WpActionLinkContent Guidelines