Between Breath and Bruises [On Going]

Between Breath and Bruises [On Going]

  • WpView
    Reads 26,086
  • WpVote
    Votes 2,881
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 27, 2026
⚠️: Bukan BXB Keonho : Askala James : Jenggala Seonghyeon : Askara Juhoon : Sagara Martin : Narendra _________________________________________ Arti nama Askala adalah cahaya--binar murni yang seharusnya menghangatkan. Namun dunia yang terlalu keras belum siap menerima terang yang seterang itu, hingga pada akhirnya, Askala dipaksa meredup, hidup dalam sesak yang tak pernah benar-benar usai. Di sisinya berdiri Jenggala--rimba yang lebat dan setia. Ia menjadikan dirinya tempat berlindung, menahan angin dan gelap yang mencoba merenggut sang cahaya. Bagi Jenggala, Askala adalah rumah. Tempat ia pulang, tempat ia meletakkan lelah--meski itu berarti ia harus hangus perlahan, selama Askala tetap ada di sisinya. Namun bahkan rimba pun bisa letih. Saat akar mulai rapuh dan rumah itu hampir runtuh, mereka dipertemukan dengan Askara--sang sumbu. Ia hadir sebagai pemantik, membawa bara kecil agar api harapan tetap menyala, bahkan ketika kegelapan berusaha menelannya tanpa sisa. Sebab pada akhirnya, Jenggala dan Askara akan selalu menemukan cara untuk memeluk Askala, bahkan jika mereka harus membiarkan seluruh dunianya runtuh menjadi abu.
All Rights Reserved
#48
jamescortis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Separuh yang hilang
  • place to call home
  • Chaos & Heartbeats✔ [CORTIS]
  • RUMAH DARI API
  • Kael and His Family
  • Dua Langit Berbeda : Sahara
  • ABIMANA
  • Rakasean & Rakeyan Life
  • 1 atap 5 bersaudara
  • Satu Darah Dua Takdir

Keno dan Sean lahir dengan wajah yang sama, namun tumbuh dengan perasaan yang berbeda. Keno lemah. Tubuhnya rapuh, napasnya sering tersengal, dan hidupnya selalu diiringi kekhawatiran. Sean sehat. Terlalu sehat untuk diperhatikan, terlalu kuat untuk dikhawatirkan. Abang-abang mereka tidak pernah membandingkan. Tidak pernah memilih. Cinta itu adil- hanya saja, perhatian selalu lebih sering tertuju pada Keno. Ia membenci Keno bukan karena Keno salah, melainkan karena Sean ingin sekali... diperhatikan seperti itu juga. Sampai suatu hari, rumah itu kehilangan satu nama. Dan Sean belajar bahwa tidak semua rasa bisa disesali tepat waktu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines