PERINGATAN
Cerita ini adalah karya fiksi yang terinspirasi dari sejarah, legenda, dan sastra Jawa kuno.
Nama tokoh, tempat, dan peristiwa sejarah yang disebutkan telah mengalami penyesuaian, penyederhanaan, dan perubahan demi kepentingan cerita.
Jika terdapat perbedaan dengan catatan sejarah atau sumber akademik, maka itu disengaja, bukan karena penulis tidak belajar sejarah-melainkan karena tokoh utamanya sedang salah zaman.
Mohon jangan menjadikan cerita ini sebagai referensi akademik.
Gunakan buku sejarah sungguhan untuk skripsi.
Cerita ini hanya untuk hiburan.
---
Skripsi, benda paling sakral bagi mahasiswa tingkat akhir.
Dan sekarang aku benci dia.
Aku, Hannah Loara, mahasiswi sejarah yang seharusnya sedang mikirin metodologi, malah bangun di sebuah kerajaan kuno bernama Kediri.
Bukan sebagai tamu.
Bukan sebagai peneliti.
Tapi sebagai Putri Angreni.
Iya. Putri.
Dengan gaun mahal, pelayan super sopan, dan aturan hidup yang tidak pernah ada di modul perkuliahan.
Aku tidak mati.
Aku tidak ditabrak truk.
Aku cuma... ketiduran di perpustakaan!!!
Dan entah bagaimana, itu cukup untuk membuatku berpindah zaman.
Masalahnya, Putri Angreni bukan tokoh utama. Bukan pula pahlawan.
Dia hanya bagian kecil dari cerita Panji yang aku baca sekilas.
Saking sekilasnya, aku bahkan lebih hafal omelan dosen pembimbingku dibanding takdir hidupnya.
Yang aku tahu cuma satu:
dia seharusnya tidak penting.
Dan tentu saja, ada dia.
Panji Asmarabangun. Yang di legenda akan berjodoh dengan Candra Kirana.
Aku tidak jatuh cinta.
Aku tidak tertarik.
Aku hanya ingin menjauh.
Ini bukan kisah cinta.
Ini salah tempat.
Salah waktu.
Salah hidup.
Dan aku cuma ingin satu hal:
bertahan hidup tanpa mengacaukan sejarah,
tanpa ketahuan bahwa aku bukan putri sungguhan,
dan kalau bisa...
tanpa terlibat dengan alur cerita yang jelas-jelas tidak pernah aku tulis di skripsi.
Skripsi memang berat.
Tapi skripsiku ini?
Salah.
Parah.
Dan jelas gone wrong.