Love In Perfect Orbit

Love In Perfect Orbit

  • WpView
    Reads 219
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 11, 2026
Layaknya gaya gravitasi bumi yang menarik bulan, mengikat bulan agar tetap berada didalam orbitnya, mencegahnya melayang pergi jauh. Layaknya bulan yang setia mengorbit bumi, menjadikannya saksi bisu atas segala perubahan dan keindahan yang terjadi didalamnya. Bulan menyadari bahwa perasaannya pada Bumi bukanlah sekedar kewajiban astronomis, melainkan cinta yang mendalam. Bulan merasa bahagia menjadi bagian dari kehidupan Bumi, menjadi sumber cahaya dimalam hari, dan kehadirannya mampu mempengaruhi pasang dan surutnya air laut. Meskipun Bumi tak menyadari seberapa besar perasaan yang telah lama bulan pendam sendirian, bulan tak pernah bosan untuk selalu mengamati bumi. Meskipun tak ada sedikit katapun yang terlontar dari bumi tetapi bulan bisa menyadarinya, Gaya gravitasi bumi yang selalu menariknya agar tetap berotasi pada porosnya, berputar mengelilingi bumi, mencegahnya untuk pergi menjauh. Bumi yang tak ingin kehilangan bulan dan bulan yang setia berada disisi bumi. Tatapi ini bukanlah tentang Bumi dan bulan, melainkan cerita yang mengisahkan Liona dan Natasya.
All Rights Reserved
#51
miu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • Transmigrasi Ziora
  • Blueprint Pelarian Villain
  • EVANESCENT
  • I'm Not Just a Figuran
  • Tsundere Maniak Susu
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GRAVARENZO
  • GHAIKA (REVISI)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines