Target Taruhan Senior

Target Taruhan Senior

  • WpView
    Membaca 14
  • WpVote
    Vote 3
  • WpPart
    Bab 3
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Jan 22, 2026
Ali dikenal sebagai senior yang tegas, intelektual, dan "Instruktur Galak" yang ditakuti mahasiswa baru. Namun, tidak ada yang tahu bahwa di balik topeng garangnya, ia hanyalah laki-laki pemalu yang bersembunyi dari ketidakpastian. Semuanya berubah karena sebuah tantangan iseng dari sahabatnya: "Cetak satu kader perempuan jadi bintang kampus." Ali memilih Senja. Mahasiswi pendiam yang lugu, yang ia dekati dengan skenario "pembimbingan". Awalnya semua berjalan sesuai rencana. Ali menjadi mentor, Senja menjadi pengagum. Tapi Ali lupa satu hal: hati tidak bisa diajak bersandiwara. Ketika Senja mulai menatapnya dengan ketulusan, Ali justru merasa kerdil. Ia merasa seperti penipu. Dan saat perasaan itu berubah menjadi cinta, Ali memilih langkah pengecut: Melarikan diri. Kini, setelah satu semester berlalu, takdir mempertemukan mereka kembali di dermaga itu. Apakah Ali akan terus bersembunyi di balik diamnya? Atau berani jujur bahwa "proyek" iseng itu telah menjadi satu-satunya hal yang ia inginkan?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#855
diam
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Nala dan Mas Juragan
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Prahara Lamaran [END]
  • Kembang Desa
  • Salah Status
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • Nakula
  • Hello Mr. Komrad (Complete)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan