Room 302: Under the Steam

Room 302: Under the Steam

  • WpView
    Reads 207
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadMatureComplete Mon, Jan 26, 2026
Lee Heeseung dan YN adalah dua kutub yang seharusnya tidak berada dalam satu ruangan sempit yang sama. Heeseung adalah mahasiswa arsitektur tingkat atas yang dikenal dengan aura tenang, tatapan tajam yang mengintimidasi, dan prestasi yang selalu sempurna. Sementara YN adalah mahasiswi teknik yang lebih suka memakai oversized hoodie, celana pendek, dan tidak pernah ambil pusing dengan urusan penampilan, tipe cewek tomboy yang lebih memilih utak-atik mesin daripada kosmetik. Ketidaksengajaan sistem asrama menempatkan mereka di kamar 302, sebuah kamar mungil dengan satu kamar mandi yang harus mereka bagi. Selama berbulan-bulan, mereka berhasil menjaga jarak profesional sebagai teman sekamar yang saling menghargai privasi. Namun, di balik tembok tipis asrama itu, ada ketegangan yang tidak bisa dijelaskan. Heeseung yang diam-diam selalu mengamati cara YN mengikat rambutnya yang berantakan, dan YN yang mulai merasa gerah setiap kali Heeseung keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk yang melilit pinggangnya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cupiditas Vitae
  • I Want to Live
  • Boodschap
  • We Find Love
  • Mark Lee's Baby & Babysitter (END.)
  • The King & The Doctor
  • Bunda Managerku
  • Second
  • Simpanan No, Istri Sah Yes. (ongoing)
  • TETANGGA POOHPAVEL ⚠️[21+]⚠️

Rio hanya ingin hidup tanpa memperdulikan penolakan yang selalu mengikuti langkahnya. Harusnya ia sudah mati. Entah akhirnya akan tenang atau malah terjebak di dimensi yang lebih mengerikan daripada hidupnya sekarang. Tapi dia kembali membuka mata. Di satu tahun paling menyiksa dalam hidupnya. Rio bersyukur. Dia masih punya kesempatan untuk lari dan hidup. Hidup dioper dan dieksploitasi adalah bagian hidupnya. Sampai suatu ketika teman ayahnya membuka tangan dengan lebar, merangkulnya. Rio tidak ingin muluk-muluk. Ia hanya ingin bertahan hidup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines