luka Di Balik Senyum

luka Di Balik Senyum

  • WpView
    Reads 3,632
  • WpVote
    Votes 147
  • WpPart
    Parts 33
WpMetadataReadComplete Fri, May 15, 2026
"Ayah, apa ayah pernah menyesal karena Reyyan ada?"_Reyyanzha Alviandra ZaynXavier. "Ya, karena kamu ada, wanita saya harus meninggalkan saya. " _Dananggaswara ZaynXavier. "Ayah benci Reyyan? Ayah marah sama Reyyan? Andai ayah tau, Reyyan juga marah. Marah kenapa harus Reyyan yang selamat, kenapa harus mama yang kalah... " . . Reyyanzha Alviandra ZaynXavier, remaja berusia 16 tahun penghisap kanker darah yang sangat parah, remaja pejuang kanker yang tidak memiliki pendukung. Di benci ayahnya sendiri karena kematian seseorang yang begitu ayahnya cintai. Anak yang menanggung dosa dan karma dari hubungan terlarang ayahnya dan ibunya. Anak dengan luka yang tidak pernah kering. Senyumanya hangat yang dia miliki justru menghianatinya. Sekuat apapun doa terlihat baik-baik saja, senyuman dan topengnya selalu menghianatinya. Menahan sakit yang tak berujung yang membuatnya harus kalah di usianya yang kurang 3 hari menuju 17 tahun. Membawa luka yang tidak pernah ada kata sembuh. Membawa sakit yang belum sempat sembuh. Dan membawa luka hati, batin, dan psikis yang belum sempat terobati oleh ayahnya sendiri.... Reyyanzha ku, sayang ku, cinta ku, yang begitu malang... Selamat menuju keabadian.... goresan pisau baru di cerita baru. mari bersama penikmat luka yang tiada ujung bahagianya. 23 Januari 2026
All Rights Reserved
#23
sedih
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Angkasa (Forget Me Not)
  • RAMA✔️  [TAMAT]
  • Story Of Ansel
  • Lentera yang Padam di sudut Rumah
  • JEJE! (HIATUS)
  • GAHAR
  • 1 For 2 And 3
  • Tak Pernah Ada
  • RUMAH UNTUK KAELAN
  • Our Little Family

"Bunganya udah layu, Sa. Yakin mau dibeli? Nanti sampai rumah juga mati." "Gak apa-apa. Gw pastiin bunga ini gak akan mati. Layu bukan berarti mati, kan? Gw bakal rawat bunga ini... terus kasih ke Ayah." Ia tidak memilih mawar, tak pula melati. Hanya bunga kecil yang nyaris mati-seperti dirinya sendiri. Hari demi hari, ia rawat bunga itu seakan sedang menjaga harapan yang hampir padam. Rapuh, tapi belum sepenuhnya punah. Namun di Hari Ayah, harapan itu kembali layu. Bunga itu ditolak, bahkan sebelum sempat menyampaikan maksudnya. Dan malam itu... ia tak pernah pulang. Namun nyatanya, Tuhan itu adil. Setelah semua luka, setelah semua kejatuhan... Tuhan menghadirkan satu suara-yang tak menghakimi, tak pula menuntut. Hanya berkata pelan: "Sama gw, Sa. Sama gw terus. Kalo boleh berharap, semoga suatu hari nanti gw bisa jadi alasan lo buat pulang." Angkasa (last flower) "Forget me not" Warning ⚠️ Thriller × Angst × Crime !!! Cerita ini mengandung unsur thriller yang menegangkan, serta banyak adegan kekerasan, darah, kriminalitas, dan teka-teki. Harap bijak dalam memilih bacaan. ‼️⚠️

More details
WpActionLinkContent Guidelines