Pangeran Dari Barat

Pangeran Dari Barat

  • WpView
    Dibaca 149
  • WpVote
    Vote 66
  • WpPart
    Bab 42
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Feb 13, 2026
WpInfo
Fiksi
Romansa
Tahun 1883. Di tengah dunia yang masih diatur oleh darah bangsawan, perjanjian kerajaan, dan kehormatan keluarga, seorang pangeran dari wilayah barat datang membawa rahasia yang mampu mengguncang takhta. Ia bukan hanya membawa nama besar-tetapi juga masa lalu kelam, dendam lama, dan cinta yang terlarang. Ketika seorang gadis bangsawan dari timur terjebak dalam pusaran politik kerajaan, cinta dan kekuasaan saling bertabrakan. Di era ketika perempuan tak berhak memilih hidupnya sendiri, dan cinta bisa menjadi dosa terbesar, mereka dipaksa memilih: takhta atau hati.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Nala dan Mas Juragan
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Stand by Me (END + MASIH BERANTAKAN, INI TULISAN PERTAMA GUE WOI MAKANYA BRNTKN)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Nakula
  • Prahara Lamaran [END]
  • Salah Status [END]
  • Kembang Desa

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan