Radio Dari Akong

Radio Dari Akong

  • WpView
    Reads 356
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 32
WpMetadataReadComplete Wed, Mar 18, 2026
Jerry Ongkowijaya, mahasiswa sejarah berusia 20 tahun, dan adiknya Meta, siswi SMA internasional berusia 17 tahun, yang menemukan sebuah radio tua peninggalan mendiang kakek mereka-Akong. Radio itu tampak tak lagi berfungsi, namun membawa mereka pada sebuah perjalanan tak terduga. Saat mencari tempat servis, mereka memasuki sebuah rumah kosong bercorak Tionghoa kuno yang seolah membeku oleh waktu. Getaran hebat mengguncang bangunan-dan ketika mereka keluar, dunia telah berubah. Jerry dan Meta terlempar ke era Orde Baru, masa ketika warga Tionghoa mengalami tekanan dan diskriminasi sistematis. Di sana, mereka bertemu Ong Yichen-Akong mereka-yang masih muda, penuh semangat, dan terjebak dalam pusaran sejarah kelam. Radio tua itu bukan sekadar benda rusak, melainkan kunci rahasia lintas waktu. Kini mereka harus mengungkap misteri radio tersebut, memahami masa lalu keluarga mereka, dan mencari jalan pulang-sebelum sejarah menelan mereka selamanya. Disclaimer; Cerita ini hanyalah fiktif belaka. Semua nama berdasarkan imajinasi penulis, waktu dan tempat diadaptasi dari suasana era orde baru (1966-1998) R17+ Historical Fiction, Thriller Politik Follow me Ig/Tk/Wtpd; teguhsamm_
All Rights Reserved
#109
chindo
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sabita #ODOCTheWWG
  • Puan Akhir Zaman
  • Time's Drift
  • Orange Sun [Hindia Belanda] REVISI
  • Dua Langit Biru
  • Crown Prince of Greece
  • Elle Canossa
  • The Light, Its Dark, and Hope
  • BOUNCE BOUNCE SWISH
  • Ananta (bukan) Untuk Niskala

"Lo itu cewek ngeselin." "Saya bisa seperti itu dalam kondisi tertentu." "Lo cewek yang gak tau minta maaf." "Saya sudah berkata maaf sama kamu berkali-kali." "Gak ada alasan bagi gue buat maafin lo semudah itu." "Maka dari itu, saya datang ke sini untuk sungguh-sungguh minta maaf" "Nah," Purnama menjentikkan jarinya, "lo itu kaku. Bahasa lo semuanya baku, setara sama kata-kata di KBBI. Pantes aja gak punya teman." "Itu tidak ada urusannya sama kamu." "Ada dong, lo adalah orang yang gue butuhkan sekarang," Purnama menyeringai. "Mulai sekarang, lo harus pura-pura jadi pacar gue." ____________________________ Takdir hidup Sabita yang sudah ditata serapi mungkin oleh Ayahnya seakan berantakan ketika tidak sengaja membuat Purnama marah.Cowok itu terkenal sangat pendiam, sungguh, Sabita sudah tahu hal itu. Tapi, sejak Sabita tidak sengaja membuatnya gagal mengikuti audisi pemain piano di band sekolah, Purnama menjadi sangat marah padanya. Bahkan bagi Sabit, kesan pendiam sama sekali tidak ia lihat dari diri Purnama. Sebab, setiap kali mereka tidak sengaja bertemu di koridor, ucapan pedas sepanjang gerbong kereta api akan meluncur keluar dari mulut cowok itu. Tentu saja, awalnya Sabit tidak peduli. Pikirnya, kemarahan Purnama tidak akan berimbas apapun padanya. Sehingga, ia tidak berniat untuk minta maaf secara sunguh-sungguh. Tapi, semua dugaannya itu ternyata salah saat sang Ayah menugaskan tugas khusus--yang jika tidak segera diselesaikan akan mempengaruhi kelangsungan impian Sabit. Dengan susah payah, Sabit harus mendapatkan maaf dari Purnama. Sialnya, bagi Purnama, memberi maaf pada Sabit ada dalam nomor urut akhir hal yang akan ia berikan dengan mudah pada gadis itu. Segala jerih upaya Sabit lakukan untuk mendapatkan maaf dari Purnama sekaligus mempertahankan impian yang sudah ia punya sejak kecil. Dan hanya satu hal yang perlu ia lakukan demi menyelamatkan impiannya tersebut Menjadi pacar pura-pura Purnama Copyright 2017 by @carolinefjhop S A B I T A

More details
WpActionLinkContent Guidelines