Cassiel adalah sosok yang membuat orang sering berhenti dua kali untuk memastikan apa yang mereka lihat. Tubuhnya ramping dan mungil, wajahnya lembut dengan garis-garis halus seperti pahatan porselen. Rambutnya jatuh lembut di sekitar pipinya, dan matanya selalu menyimpan kehangatan yang sulit dijelaskan. Banyak orang mengira dia perempuan. Padahal dia laki-laki. Bukan hanya penampilannya yang lembut-kepribadiannya bahkan lebih menenangkan. Cassiel adalah guru di sebuah sekolah dasar kecil di kotanya. Ia sabar, penyayang, dan selalu berbicara dengan nada yang membuat anak-anak merasa aman. Cassiel tidak pernah menyadarinya. Ia hanya menganggap semua orang bersikap ramah. Hidupnya sederhana, hangat, dan damai. Sampai hari itu datang. --- Hari itu Cassiel membawa murid-muridnya dalam perjalanan studi tur. Anak-anak tertawa, berlari, dan memanggil namanya dengan suara riang. berapa hari kemudian, Cassiel Morraine menghilang. Tidak ada jejak. Tidak ada saksi. Tidak ada pesan. murid-murid yang menangis karena guru kesayangan mereka tidak pernah kembali. Sementara itu, ribuan kilometer dari sana- di Jepang. Cassiel membuka matanya di ruangan asing yang gelap dan dingin. Ia tidak mengenal tempat itu. Ia tidak mengenal bahasa yang terdengar di luar pintu. Dan yang paling menakutkan... Ia tidak mengenal pria yang duduk di kursi di depan tempat tidurnya. Pria tinggi dengan tatapan tajam seperti predator. Tatapan yang tidak pernah lepas dari wajahnya. Pria itu tersenyum perlahan. Senyum yang membuat tulang belakang Cassiel membeku.
Más detalles