Tahun 2026 di Nagane, Jepang, Gustave Eiffel Calder-penulis kaligrafi dengan kemampuan melihat Satan, manifestasi simbolik luka kolektif manusia-berusaha menutup wujud-wujud itu lewat huruf dan tinta. Bagi Gustave, Satan selalu berwujud kriminal dan pecandu, bayangan dari trauma masa kecilnya.
Kedatangannya bertabrakan dengan Saint Johan, pewaris memori purba yang melihat jauh lebih banyak jenis Satan berkat arkhe-namun setiap kali menggunakannya, ia kehilangan empati dan identitasnya sedikit demi sedikit. Saat sebuah varian Satan mengacaukan festival kota, Saint memilih solusi besar yang dingin, sementara Gustave menempuh jalan sempit yang manusiawi.
Ritual Gustave berhasil menyelamatkan kota, tetapi dengan harga mahal: satu memori terpenting dalam hidupnya hilang selamanya. Cerita berakhir ambigu-Satan tertahan, namun bekasnya tetap hidup di dalam mereka yang melihatnya.