HEART
  • WpView
    Reads 1,484
  • WpVote
    Votes 284
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 24, 2026
Kaisar tidak pernah tahu bahwa kehilangan Willa akan merubah hidupnya, jadi yang semula tenang, berubah dihantui oleh sosok Wanda yang merupakan kembaran dari Willa. Wanda bukan hantu, hanya seorang cewek gila yang terobsesi pada Kaisar. Seseorang cewek yang tak pernah ia cintai, bahkan sejak awal kehadirannya ia tolak. Karena Kaisar percaya, dibalik kecelakaan yang menewaskan Willa, ada Wanda yang sengaja menyetir ugal-ugalan di malam hujan yang deras itu. Demi merebut jantung yang seharusnya didonorkan untuk Willa, demi merebut tempat yang tak pernah menjadi miliknya. "I hate that a part of me still wants her heart to keep beating." - Kaisar Eleandro Arvena "Look at me, Kai. I'm not her, i'm better." - Wanda Faradilla
All Rights Reserved
#4
crush
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • WHAT WE COULD NOT LEAVE BEHIND
  • O₂ : OUR & ORBIT (S2)
  • Deserve U
  • ANNA | Christian Yu.
  • ROYAL BLOODLINE [END]
  • Halu 1.0 || Treasure & You ✔
  • Sonder
  • Mistake [Tahap Revisi]
  • [END] RAYMOND: REVENGE
  • ISANGELOUS (catherizm)

Isabella Seraphine kembali ke Indonesia bukan karena ingin pulang, tapi karena keadaan memaksanya. Tiga bulan lalu ia resmi menjadi mahasiswi pindahan dari Willem de Kooning Academy setelah mengikuti program seni kolaboratif di New York. Kepindahan itu terdengar rapi di atas surat resmi kampus, tapi yang tidak tertulis adalah kelelahan yang ia bawa pulang, luka yang tak sempat ia selesaikan, dan perasaan yang belajar mati rasa. New York ia tinggalkan bersama mimpi, kebebasan, dan kehilangan, kota yang mengajarkannya bahwa harapan bisa sangat hidup sekaligus kejam. Di Semarang, ia melanjutkan kuliah dan mencoba merapikan hidup yang sempat tercerai. Ia ikut seminar gabungan sejarah dan seni di Universitas Diponegoro, sebuah acara yang membahas bagaimana generasi muda bisa membangun masa depan tanpa menghapus ingatan. Di sana, ia bertemu Rajendra Kalingga, mahasiswa sejarah yang terbiasa hidup berdampingan dengan masa lalu. Cara Jendra berbicara tenang, penuh penerimaan, bukan pelarian. Dari percakapan ringan tentang materi seminar dan hubungan antara seni dan sejarah, tumbuh rasa nyaman yang perlahan berubah menjadi keterikatan yang tidak mereka rencanakan. Perbedaan mereka mulai terlihat. Jendra percaya masa lalu harus dipahami dan dihormati, sementara Isabella percaya masa lalu cukup diketahui, lalu dilepaskan. New York tetap menjadi bayangan di hati Isabella, sebuah kemungkinan yang bisa ia datangi kapan saja, bukan pelarian, tapi pintu yang mungkin suatu hari ia buka kembali. Meski begitu, kehadiran mereka di satu sama lain memberi ruang bernapas, mendengarkan, dan merasakan tanpa tekanan. Di antara sejarah dan seni, antara mengingat dan melupakan, mereka belajar mencintai dengan cara masing-masing. Hubungan mereka rapuh, penuh ketidakpastian, tapi juga tulus. Dan selalu ada kemungkinan bahwa suatu hari Isabella akan kembali ke New York, entah sebagai keberanian untuk melanjutkan hidup, atau sebagai perpisahan yang tak pernah mereka rencanakan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines