Circle
  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 13, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
CIRCLE Di pusat kota Seoul berdiri sebuah sekolah elite berstandar global yang bernama Echelon Academy, tempat anak-anak konglomerat dari berbagai negara berkumpul. Gedungnya megah, kurikulumnya internasional, dan namanya di ingat sebagai simbol masa depan dunia. Dengan program exchange dan beasiswa untuk siswa kurang mampu, sekolah ini mengusung tujuan mulia: menyatukan mereka yang lahir dengan segalanya dan mereka yang datang hanya dengan mimpi. Namun di balik reputasi sempurna itu, ada lingkaran tak terlihat yang mengikat segalanya. Perundungan bukan lagi rahasia, melainkan kebiasaan. Hierarki sosial ditentukan oleh nama keluarga, rekening bank, dan pengaruh. Mereka yang lemah belajar diam. Mereka yang kuat belajar kebal. Pihak sekolah tahu, namun memilih menutup mata. Demi menjaga citra para pewaris konglomerat, demi mempertahankan nama besar institusi yang dipuja dunia. Di tempat di mana prestise lebih berharga daripada kebenaran, persahabatan diuji, batas moral dikaburkan, dan tidak semua yang masuk ke dalam circle bisa keluar dengan mudah. ~ haii... cerita ini sengaja kutulis dengan latar belakang Korea, tapi penulisan ceritanya dalam bahasa Indonesia. jadi... kalau kalian kurang suka dengan cerita seperti ini skip ajaa yaa;)
All Rights Reserved
#185
elite
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • The Time
  • I'm Not Just a Figuran
  • Tsundere Maniak Susu
  • GRAVARENZO
  • GHAIKA (REVISI)
  • Transmigrasi Ziora
  • EVANESCENT (HIATUS)

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines