Di antara bel sekolah, bangku kantin, dan obrolan receh yang terdengar biasa, empat siswa SMA menjalani hari-hari yang seharusnya sederhana. Aqeela yang emosinya datang lebih cepat dari pikirannya. Nicole yang selalu jadi tempat pulang cerita. Mohan yang kelihatannya santai dan suka main-main, tapi mulai belajar diam. Dan Fattah, yang kelihatannya cuek, absurd sesekali, tapi menyimpan perhatian lebih dari yang seharusnya. Tidak ada cinta pada pandangan pertama. Tidak ada pengakuan dramatis. Yang ada hanya kebiasaan kecil: duduk bareng di kantin, jalan pulang searah, dan rasa yang tumbuh pelan-pelan tanpa pernah diminta. Karena kadang, yang paling berbahaya bukan perasaan besar melainkan hal-hal ordinary yang terasa terlalu nyaman untuk dilepaskan.
More details