STRONGER [TWS]

STRONGER [TWS]

  • WpView
    MGA BUMASA 711
  • WpVote
    Mga Boto 62
  • WpPart
    Mga Parte 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Mon, Jun 22, 2026
Niskala adalah cahaya bagi mereka yang berada di dalam gelap. Dia selalu memberi kehangatan bagi mereka yang membeku. Tidak peduli seberapa keras dunia padanya. Jika bisa, Dean tidak ingin Niskala lahir sebagai adiknya. Hidup dengan orang tua yang tidak punya hati dan egois. Disisi lain, Kean berusaha mati-matian untuk tetap hidup dan bertahan. Hidup sendirian tidaklah mudah. Sedangkan penyakit terus menyerang Kai tanpa henti. Tidak peduli seberapa lelah tubuhnya, Aksa tidak pernah mengeluh. Tidak ada waktu untuk mengeluh. Banyak orang menganggap hidup Ray sangat menyenangkan. Tapi mereka tidak tau apa yang terjadi dibalik senyuman ceria miliknya. Bisakah mereka berenam bertahan di tengah dunia yang gelap dan kejam bersama-sama?
All Rights Reserved
#27
kyungmin
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Katanya Jadi Anak Terakhir Enak - WOONHAK [Terinspirasi dari kisah nyata]
  • THREE WON
  • In Another Life, Mungkin Kita Bisa Bertemu Lagi || TWS:
  • Arsip Lama
  • Alkaezar daily life
  • them and the shadows || TWS
  • RUMAH KIRI
  • THE LOVE THAT I LEFT [√]
  • Di balik Pintu Ruang Band [BOYNEXTDOOR]
  • walls that keep secrets || TWS

Sejak hari itu, ayah tak pernah lagi menginjakkan kaki ke rumah. Tapi bayangannya masih menempel di tiap sudut di kursi kayu ruang makan, di seragam kerja yang masih tergantung di lemari, bahkan di kepala Wilano yang mulai sulit membedakan antara rindu dan benci. Dan suatu sore, saat langit menggantung kelabu dan gerimis turun perlahan, ledakan itu terjadi. "Gue bakal ke rumah Ayah bentar, mau ngobrol langsung," kata Rian pelan, mengambil jaketnya di gantungan. Suaranya hati-hati, tapi cukup untuk membakar emosi Seno yang sejak pagi sudah seperti bom waktu. "Ngapain lo ke sana?! LO PILIH DIA?!" Semua yang ada di ruang tengah menoleh. Suara Seno menggelegar, membuat udara di rumah seperti bergetar. Rian menoleh cepat, matanya melebar tak percaya. "Gue cuma mau bicara, Sen. Dia tetap ayah gue juga. Lo gak bisa larang gue ketemu orang yang selama ini ngerawat gue!" sahut Rian, nadanya naik. "Dia bukan ayah lo. Dia pengkhianat. Dan siapa pun yang masih mau bela dia... gak layak tinggal di sini." Suasana berubah tegang. Jaya berdiri setengah badan, siap menengahi kalau sewaktu-waktu keadaan makin memanas. Theo mengerutkan alis, tapi tetap tak banyak bicara. Wilano menatap semuanya dengan mata membesar. Dia tak mengerti, mengapa semuanya harus sejauh ini. Leon, yang sedari tadi diam, berdiri perlahan. "Kalau lo pikir begitu... gue ikut Bang Rian."

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman