CORTIS Ramadhan

CORTIS Ramadhan

  • WpView
    Reads 351
  • WpVote
    Votes 62
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 25, 2026
Kata orang Ramadhan itu penuh berkah, tapi buat Janaka, Marlo, Juan, dan dua bocah akamsi, puasa itu survival mode on di medan perang. Ujiannya bukan cuma nahan laper, tapi gimana caranya nggak batal puasa gara-gara darah tinggi liat kelakuan satu sama lain. Kira-kira siapa yang paling Sabar, kuat iman nya, baik hati nya sampai Lebaran tiba? Jawaban nyaaaa adalah pokonya Gassss ikutin drama keseharian lima cowok ajaib ini yang berusaha bertahan hidup sampai lebaran. !DISCLAIMER!: Cerita ini hanya FIKSI, FIKSI SEKALI LAGI FIKSIII belaka. Tidak ada sangkut pautnya dengan tokoh nyata, grup musik ataupun agensi. Bijak dalam membaca ya guys. Karena aku bikin cerita FIKSI INI sekali lagi apa? FIKSI iya FIKSI hanya untuk hiburan semata. enjoy ya besss lofyu oll, lofyu Cortis juga
All Rights Reserved
#520
keonho
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nanti Kita Cerita Tentang Kel.7 (KKN) | [on going}
  • MINE [ABO DESIRE]
  • NIGHT NOISES (ONGOING) || Romance Horror
  • Love at Time's Brink
  • Posesif || PondPhuwin
  • Lifeline - NOMIN (On Going)
  • Given || Ju Jihoon
  • Second
  • Simpanan No, Istri Sah Yes. (ongoing)
  • The King & The Doctor

Bagi Mahendra Raditya, mahasiswa perfeksionis dan kaku, KKN di Desa Sindangasih hanyalah kewajiban akademis yang harus diselesaikan secepat mungkin. Namun, rencana hidupnya yang tertata rapi seketika berantakan karena kehadiran Haikal Dirgantara-seksi Humas yang urakan, pecicilan, namun luar biasa mudah memikat hati seluruh warga desa. Bersama lima anggota lainnya yang memiliki karakter saling bertabrakan-Rendra si sekretaris julid, Cakra si anak sultan, Jevan si cowok kulkas, Nana yang kelewat soft, dan Jidan si maba raksasa-posko Kelompok 7 tak pernah sepi dari adu gengsi, kepanikan proker, hingga tawa di tengah malam. Di tengah tekanan mempersiapkan acara akbar 17 Agustus bersama warga desa, dinding rasionalitas Mahen perlahan runtuh. Interaksinya dengan Haikal memunculkan debaran asing dan rasa posesif yang mengacaukan logikanya. Ditambah dengan benih-benih cinta yang juga mekar di antara anggota posko lainnya, Kelompok 7 belajar bahwa KKN bukan hanya soal membangun desa, tapi juga tentang meruntuhkan ego dan berani jujur pada perasaan sendiri. Mampukah Mahen menyingkirkan gengsinya sebelum waktu pengabdian mereka habis?

More details
WpActionLinkContent Guidelines