"Dunia mengenalnya sebagai bongkahan es yang tak tersentuh. Namun di tangannya, dia adalah api yang menghanguskan segalanya."
Xander Arkananta adalah definisi dari kesempurnaan yang membeku. Sebagai pewaris tunggal kerajaan bisnis yang kejam, dia tidak punya ruang untuk emosi. Baginya, cinta adalah kelemahan, dan wanita hanyalah bidak catur dalam permainannya. Tatapannya setajam belati, dan kehadirannya cukup untuk membuat seisi ruangan merasa terintimidasi.
Hingga ia bertemu dengan Seraphina, seorang gadis dengan semangat yang berkobar layaknya api. Sera adalah segala hal yang Xander hindari: berisik, berani, dan penuh cahaya.
Sera tidak takut pada dinginnya Xander. Dia justru tertantang untuk mencairkannya. Namun, semakin Sera mendekat, semakin ia menyadari bahwa di balik dinding es Xander, terdapat api obsesi yang jauh lebih berbahaya.
Ketika es dan api bertemu, pilihannya hanya dua: meleleh bersama atau saling menghancurkan hingga menjadi abu.
Vivien never thought her favorite mafia novel would become her prison-until she woke up inside it, trapped as the villainess fiancée who was supposed to die.
She wasn't the heroine. She was the cruel woman who tormented Alina, the girl sold to Dante Moretti. A woman hated by everyone... and killed by the man she was promised to.
But Vivien remembers every page. Every betrayal. Every heartbeat before her death.
Determined to rewrite her fate, she avoids Dante and Alina, hoping to stay invisible.
Only Dante doesn't look away.
His icy gaze follows her like a predator's hunt.
The cold, ruthless mafia king becomes dangerously obsessed-with Vivien
She was never meant to be loved.
Now she's his only desire.
And in his world, obsession never lets go.
At this point she wasn't running from the plot
But his obsession..
⚠️I claim this book is mine. If u didn't liked the storyline then please don't read. Don't be rude. Thank you⚠️