SHUT UP, HAZEL! || DoHanz

SHUT UP, HAZEL! || DoHanz

  • WpView
    Reads 2,486
  • WpVote
    Votes 384
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 24, 2026
WpInfo
Fanfic
TWS
Dylan adalah definisi dari "tembok berjalan". Di usia 17 tahun, dunianya hanya berputar di antara barisan kode, strategi game MOBA, dan headphone yang selalu bertengger di lehernya. Baginya, ketenangan adalah segalanya, dan sekolah hanyalah tempat singgah untuk menunggu push rank selanjutnya. Namun, ketenangan Dylan runtuh saat wali kelas menempatkan Hazel sebagai teman sebangkunya. Hazel adalah kebalikan total dari Dylan. Dia ceria, berisik seperti burung gereja di pagi hari, dan memiliki kepolosan yang terkadang membuat Dylan geleng-geleng kepala. Hazel tidak mengerti kenapa ada orang yang lebih suka menatap layar datar daripada mengobrol, dan dia bertekad untuk menjadi "teman terbaik" Dylan-apakah Dylan setuju atau tidak. Awalnya, Dylan merasa terganggu. Hazel selalu menyelipkan susu kotak di meja Dylan, mengomentari setiap gerakan karakternya saat bermain game, hingga menceritakan hal-hal sepele tentang kucing liar di depan sekolah. Namun, perlahan-lahan, Dylan mulai menyadari sesuatu: 1. Ruang kelas terasa terlalu sepi jika Hazel absen sehari saja. 2. Fokusnya pada layar mulai teralih pada tawa renyah cowok di sebelahnya. 3. Sikap protektifnya muncul setiap kali kepolosan Hazel dimanfaatkan oleh orang lain.
All Rights Reserved
#294
hanjin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • EVANESCENT (HIATUS)
  • GRAVARENZO
  • The Time
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • Transmigrasi Ziora
  • GHAIKA (REVISI)
  • Tsundere Maniak Susu
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • I'm Not Just a Figuran

BEBERAPA PART DI PRIVATE, SILAKAN FOLLOW UNTUK MEMBUKA. Dalam pikiran dan hati Laura hanya ada Leon. Laki-laki itu seolah sudah menjadi pusat dunianya. Semua orang tahu bagaimana kerasnya cara gadis itu selalu mengejar dan berusaha menarik perhatian Leon. Tetapi setelah malam itu, Laura tidak lagi mengejar dan berusaha mendapatkan perhatian Leon. Tatapan penuh cinta dan kasih sayang itu sudah berganti dengan tatapan penuh kebencian dan perasaan muak.

More details
WpActionLinkContent Guidelines