Sebuah Kuntum Bunga

Sebuah Kuntum Bunga

  • WpView
    Reads 1,513
  • WpVote
    Votes 172
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 3, 2026
Malam itu, di atas atap sekolah berlantai tiga, Bunga berdiri di tepi bangunan, menatap bulan yang bersinar semu. Rambutnya berkibar ditiup angin malam yang dingin, seolah ikut merasakan kegelisahan di dadanya. Satu langkah kecil ke depan. Bunga memejamkan mata, bersiap menyambut rasa sakit yang ia yakini akan mengakhiri segalanya. "BUNGA!!!" Teriakan itu menerobos pikirannya. Perlahan, Bunga membuka mata. Tangannya tergenggam erat, tubuhnya tersentak ke belakang sebelum gravitasi sempat menuntaskannya. Di antara langit gelap dan jarak yang nyaris merenggut nyawanya, seseorang telah memilih untuk menahannya tetap hidup. Warning GXG!
All Rights Reserved
#906
girlsxgirls
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Nala dan Mas Juragan
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Salah Status
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Nakula
  • Prahara Lamaran [END]

Usai menjalani pendidikan strata 1 di Ibu Kota, Adara Ruby Sanjaya (22), gadis centil nan cantik yang sering dipanggil dengan sebutan Dara diminta kembali oleh orang tuanya yang berada di desa. Menuruti adalah jalan terakhir yang harus di lakukan Dara. Dara pikir pulang ke kampung halamannya adalah pilihan yang sangat buruk, tetapi disana ia menemukan sesuatu yang sayang untuk dilewatkan. ~~~ Menjadi harapan satu-satu orang tua yang harus terjun ke dunia perdagangan, adalah takdir Biantara Pradikta (32), Bian yang merupakan anak laki-laki dari juragan tersohor se Kecamatan. Mempunyai adik perempuan yang masih berada di bangku menengah keatas, itulah alasan Bian tidak melanjutkan pendidikan paska lulus SMA. Memiliki sifat yang cuek dan tidak terlalu memikirkan tentang perempuan, padahal ibunya sering menyodorkan anak temannya untuk ia kencani, tetapi ia acuh tak acuh dengan itu. Sampai hadir seorang gadis jelita yang merupakan anak dari pengusaha beras di desanya, gadis yang menjadi buah bibir para tetangga, bukan hanya prestasi yang jarang orang dapat dikehidupan mereka, tetapi juga parasnya yang membuat para tetangga rela menyodorkan anak lelakinya pada gadis itu. Tetapi, mengapa Bian tidak menyukai itu! Cerita keseharian gadis incaran para pria dan calon menantu idaman ibu-ibu desa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines