Putri Desa di Tahta Mahkota
Di sebuah desa asri bernama Indraloka Cove Village, hiduplah seorang gadis desa berusia 17 tahun yang dikenal hampir semua orang karena kecantikannya yang alami dan auranya yang lembut. Namanya Kaluna Senja Candramaya Sasmita, gadis kelas 11 SMA yang akrab dipanggil Luna.
Meski berasal dari desa sederhana, Luna adalah siswi paling populer di SMA 20 Indraloka-cerdas, ramah, dan selalu menjadi pusat perhatian.
Luna memiliki seorang pacar bernama Arjuna Dewanggan Widuri, atau Dewa, siswa kelas 12 berusia 19 tahun. Di mata Luna, Dewa adalah sosok sempurna: protektif, dewasa, dan penuh perhatian. Namun di balik senyum manisnya, Dewa menyimpan pengkhianatan-ia kerap berselingkuh tanpa sepengetahuan Luna, menjadikan cinta mereka rapuh tanpa Luna sadari.
Di sisi lain, berdiri megah sebuah istana utara bernama Astana Lumina, istana terbesar dan termegah di seluruh Indraloka. Di sanalah bersemayam seorang Raja muda berusia 18 tahun, tampan, berwibawa, dan disegani oleh seluruh negeri.
Raja muda itu memiliki dua nama.
Di dalam istana, ia dikenal sebagai
Raden Mas Rendra Bimasena Satria Kusumo Adiwijaya,
nama sakral pewaris tahta.
Namun di hadapan publik, ia hanya memperkenalkan diri sebagai
Rendra Bimasena Adiwijaya-nama sederhana tanpa mahkota.
Demi alasan yang dirahasiakan, sang Raja memutuskan untuk menjalani kehidupan sebagai rakyat biasa dan mendaftarkan diri sebagai siswa baru di SMA 20 Indraloka. Ia belum memulai hari pertamanya di sekolah, namun kehadirannya perlahan akan mengubah segalanya.
Takdir mempertemukan gadis desa yang hatinya terluka dengan Raja muda yang menyembunyikan mahkota.
Cinta, pengkhianatan, rahasia kerajaan, dan legenda lama yang kembali hidup mulai terjalin dalam satu kisah yang tak bisa dihindari.
Ketika Luna harus memilih antara cinta lama yang palsu dan perasaan baru yang terlalu berbahaya, satu pertanyaan pun muncul:
Bagaimana jika gadis desa biasa ternyata adalah cahaya yang selama ini dicari oleh sang Raja?