Story cover for Nyimas by NyimasIzzati
Nyimas
  • WpView
    Reads 143
  • WpVote
    Votes 67
  • WpPart
    Parts 5
  • WpView
    Reads 143
  • WpVote
    Votes 67
  • WpPart
    Parts 5
Ongoing, First published Jan 24
Mature
5 new parts
Kau tahu, hal pertama yang muncul di kepalaku saat pertanyaan itu dilontarkan adalah kenangan saat kita menghabiskan waktu libur bersama di Tumpak Sewu.

Terekam jelas jejak waktu ketika jemarimu yang mungil mengikuti gerakan burung gelatik kuning terbang dengan lucunya. Kau menderai tawa sesekali memekik takjub saat salah satu diantaranya hinggap di ranting pepohonan, tampak mempesona dengan bulu-bulunya yang cerah.

"Dia adalah anak yang penuh ide, ambisi dan rasa tidak puas. Sudah menjadi karakteristiknya sejak kecil. Anak yang biasa-biasa saja."

Aku rindu kenangan-kenangan indah itu, berangan-angan aku bisa mengulang waktu, memahami dan membersamai segala hal yang kau lewati, Nyimas.
All Rights Reserved
Sign up to add Nyimas to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Bound to Him cover
​The Left cover
Kenzo and the Smith family  cover
Hello, Mr. Mafia! cover
Intel Bucin cover
Shadow in the Lab cover
Netra : The Untold Story  cover
Beautiful Psychopath Extra  cover
Soul Behind the Clouds cover
State Asset cover

Bound to Him

54 parts Ongoing

Arstella terbangun di tubuh seorang pelayan di dunia asing yang penuh aturan dan kasta yang tak ia pahami. Setelah dipecat karena kebodohan yang tak disengaja, ia menemukan secarik poster. Kerajaan Eldoria tengah mencari pelayan untuk dua pangeran. Pangeran Leo, sang pewaris berambut emas yang dicintai rakyat, dan Pangeran Theodore, sang anak berambut hitam yang dibenci istana karena dianggap membawa kutukan. Tanpa pilihan, Arstella melamar pekerjaan itu dan tanpa sadar melangkah ke dalam istana yang tak hanya penuh kemegahan, tapi juga rahasia kelam. "Dewa aku hanya ingin hidup tenang... aku hanya ingin bekerja," bisik Arstella lirih, seolah sedang memohon pada langit yang bahkan tak menjawab. Namun, jawabannya datang dari bayangan. Suara Theodore terdengar rendah dan berbahaya. "Sayangnya, kau bekerja pada iblis, Stella." Ia melangkah mendekat, matanya gelap tak menyisakan belas kasih. "Dan dewa tak punya kuasa atas sesuatu yang sudah menjadi milikku."