Story cover for Hertog William  by LauVeeFleur
Hertog William
  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Jan 24
Aleta adalah seseorang yang menyukai cerita sejarah, saat ia mengikuti sebuah tour travel di lokasi bersejarah ia berhenti di sebuah pasar barang antik dan menemukan satu benda yang terlihat sangat menarik perhatiannya yaitu jam pasir dengan ukiran bertuliskan "Willem's Eletha."

Ia pun membelinya. Sampainya di rumah ia memajang jam pasir itu di meja samping tempat tidurnya dengan mata berbinar. Saat terbangun ia bingung karena muncul di sebuah rumah berdindingkan kayu dengan ukiran yang terlihat klasik untuk dimiliki rumah di zaman modern saat ini. 




Cover by pinterest
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add Hertog William to your library and receive updates
or
#856historical
Content Guidelines
You may also like
For the Sake of Honor by selenopile
47 parts Complete Mature
Tujuh tahun berlalu sejak masa débutante Isabelle. Namun hingga kini, ia tak kunjung menikah sebuah fakta yang membuatnya dicap sebagai PERAWAN TUA di kalangan bangsawan kelas atas. Statusnya sebagai putri tertua dari keluarga Viscount D'Averly justru memperburuk keadaan. Setiap pesta, pertemuan sosial, selalu ada bisikan sinis yang menyebut namanya dengan nada kasihan atau ejekan. Cibiran itu semakin menjadi setelah pertunangannya dengan putra Duke of Ashbourne dibatalkan. Sejak itu, Isabelle yang dulu dielukan karena kecantikan dan keanggunannya, kini menjadi bahan gosip para nyonya bangsawan. Sebelum itu terjadi, Isabelle adalah sosok yang begitu disegani di kalangan muda. Wajahnya lembut, tutur katanya sopan, dan langkahnya selalu anggun. Ia bahkan menjadi guru muda di Akademi Royal Academy of Noble Arts sekolah bergengsi bagi para bangsawan. Di sanalah ia dikenal sebagai sosok wanita yang sempurna setidaknya sebelum kehormatan keluarganya ternoda oleh kabar batalnya pertunangan itu. Awalnya, Isabelle mencoba bersikap acuh. Namun, tekanan itu semakin berat. bibinya mulai berlomba menjodohkannya dengan pria-pria yang bahkan tak ia kenal. Setiap kali ia menolak, pandangan iba atau lebih tepatnya, pandangan meremehkan muncul di mata mereka. Di tengah acara amal yang diadakan di Akademi, matanya menatap sosok pria tinggi dengan lambang keluarga von Eisenwald. Ia adalah Grand Duke Alexander von Eisenwald, pria yang jarang menampakkan diri di hadapan publik, dikenal karena kecerdasan, ketegasan, dan reputasi dinginnya. Sebuah ide gila muncul di otak Isabelle. Ide yang bahkan membuat jantungnya berdegup lebih cepat hanya dengan memikirkannya. Tanpa pikir panjang, Isabelle melangkah mendekati pria itu.Dengan keberanian yang bahkan membuat dirinya sendiri terkejut, Isabelle menatap Alexander lurus dan berkata dengan suara yang nyaris bergetar"Maaf, Yang Mulia Grand Duke, maukah anda menikah dengan saya?" "Mungkin Anda salah orang, my lady,"
Cahaya di Tengah Nirwana by Cidengg
16 parts Ongoing
Di antara hamparan langit surgawi, ada satu nama yang jarang sekali dipanggil dalam doa, Lian Hua, sang Dewa Bayangan Alam. Tak banyak manusia yang mengenalnya, bahkan para dewa pun sering lupa bahwa ia masih menjaga penjuru dunia. Tugasnya sederhana namun sunyi: menuntun roh-roh yang tersesat agar menemukan jalan pulang. Ia bukan dewa perang, bukan pula dewa kemakmuran. Ia hanyalah penjaga di antara terang dan gelap-bayangan lembut di bawah kelopak teratai putih. Namun Lian Hua tak pernah mengeluh atas pangkatnya yang kecil. Bagi dirinya, melihat satu jiwa tersenyum tenang sebelum lenyap ke alam baka sudah cukup menjadi anugerah. Lembut, tenang, dan penuh welas asih, itulah dirinya. Sebuah ketenangan yang lahir dari masa lalunya sebagai kultivator fana, yang beruntung mencapai kedewaan melalui kesucian hatinya, bukan kekuatan atau ambisi. Hari itu, langit surgawi bergemuruh. Aula utama para dewa diselimuti cahaya suci-seorang kultivator baru naik menjadi dewa. Semua entitas surgawi diwajibkan hadir untuk menyambutnya, dan Lian Hua berdiri di barisan belakang bersama para minor god lainnya. Dari tempatnya, ia hanya bisa melihat siluet sang dewa baru di tengah aula-tinggi, tegap, diselimuti aura yang dingin namun memikat. Bisik-bisik di antara para dewa terdengar samar, menyebut bahwa dewa baru itu memiliki kekuatan yang belum pernah terlihat di kalangan minor god. Lian Hua berjinjit, mencoba menembus pandangan lautan cahaya itu dan di saat itulah mata mereka bertemu. Sekilas, hanya sesaat. Namun dari tatapan itu, Lian Hua tahu... ada sesuatu yang berbeda. Aura yang asing, seperti badai di balik keheningan dan samudra di bawah api surgawi. Nama yang bergema di hatinya saat itu; Tian Zhen. Dan sejak hari itu, nasib sang Dewa Teratai yang dilupakan perlahan berubah.
You may also like
Slide 1 of 10
For the Sake of Honor cover
LADY AINSLEY cover
LONELY ||RENJUN × GISELLE|| [END] cover
Cahaya di Tengah Nirwana cover
ARDANA Family (Surene) [Revisi] cover
Water Lily Of Kurukshetra | Teratai Kurukshetra cover
KELUARGA BAPAK JUNG (END) cover
Scheme Of Legitimate Heirs  (Di Mou) cover
ᏟᏒᎪᏃᎽ ᎶᎥᏒᏞ [͏y͏o͏n͏g͏l͏i͏c͏e] ✔ cover
GOOD STEPMOTHER END ✔️ cover

For the Sake of Honor

47 parts Complete Mature

Tujuh tahun berlalu sejak masa débutante Isabelle. Namun hingga kini, ia tak kunjung menikah sebuah fakta yang membuatnya dicap sebagai PERAWAN TUA di kalangan bangsawan kelas atas. Statusnya sebagai putri tertua dari keluarga Viscount D'Averly justru memperburuk keadaan. Setiap pesta, pertemuan sosial, selalu ada bisikan sinis yang menyebut namanya dengan nada kasihan atau ejekan. Cibiran itu semakin menjadi setelah pertunangannya dengan putra Duke of Ashbourne dibatalkan. Sejak itu, Isabelle yang dulu dielukan karena kecantikan dan keanggunannya, kini menjadi bahan gosip para nyonya bangsawan. Sebelum itu terjadi, Isabelle adalah sosok yang begitu disegani di kalangan muda. Wajahnya lembut, tutur katanya sopan, dan langkahnya selalu anggun. Ia bahkan menjadi guru muda di Akademi Royal Academy of Noble Arts sekolah bergengsi bagi para bangsawan. Di sanalah ia dikenal sebagai sosok wanita yang sempurna setidaknya sebelum kehormatan keluarganya ternoda oleh kabar batalnya pertunangan itu. Awalnya, Isabelle mencoba bersikap acuh. Namun, tekanan itu semakin berat. bibinya mulai berlomba menjodohkannya dengan pria-pria yang bahkan tak ia kenal. Setiap kali ia menolak, pandangan iba atau lebih tepatnya, pandangan meremehkan muncul di mata mereka. Di tengah acara amal yang diadakan di Akademi, matanya menatap sosok pria tinggi dengan lambang keluarga von Eisenwald. Ia adalah Grand Duke Alexander von Eisenwald, pria yang jarang menampakkan diri di hadapan publik, dikenal karena kecerdasan, ketegasan, dan reputasi dinginnya. Sebuah ide gila muncul di otak Isabelle. Ide yang bahkan membuat jantungnya berdegup lebih cepat hanya dengan memikirkannya. Tanpa pikir panjang, Isabelle melangkah mendekati pria itu.Dengan keberanian yang bahkan membuat dirinya sendiri terkejut, Isabelle menatap Alexander lurus dan berkata dengan suara yang nyaris bergetar"Maaf, Yang Mulia Grand Duke, maukah anda menikah dengan saya?" "Mungkin Anda salah orang, my lady,"