BINDING PROMISE

BINDING PROMISE

  • WpView
    Reads 5,369
  • WpVote
    Votes 552
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 24, 2026
Di bawah sorotan lampu panggung yang menyilaukan, Yushi berdiri dengan tegak, tanpa cela. Namun di balik dadanya, ada sebuah kekosongan yang menganga. Ia adalah mahakarya yang retak di dalam. Setiap matanya bertemu dengan Carmen, hatinya merasa ada sesuatu diantara mereka, seolah ada benang merah yang mengikat mereka dan sebuah janji yang tak bisa ia ingat, sebuah ikatan yang seharusnya tidak ada di dunia yang menuntut kesempurnaan ini. Mereka adalah dua orang asing yang saling memiliki, dipaksa menjadi sempurna sementara hati mereka perlahan-lahan hancur oleh beban janji yang mereka lupakan sendiri.
All Rights Reserved
#6
yushicarmen
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cigarette Boyfriend
  • Swim To Your Heart
  • A Dad | Songha SMTR25 x Pharita Babymonster
  • 𝘋𝘈𝘠𝘋𝘙𝘌𝘈𝘔 𝘉𝘌𝘛𝘞𝘌𝘌𝘕 𝘊𝘓𝘈𝘚𝘚𝘌𝘚✨
  • Sorry, Boss?
  • GHOST-CAST (BABYMONSTER x CORTIS)
  • Under the Same Spotlight [END]
  • FATAL ATTACHMENT - YUSHI X CARMEN ✔️
  • RIVER OVER THE FLOWER (Spin-off THE RIVER & THE BLOOMS)
  • 4 Boys over protective
  • The Wrong Confession || ANTONxCARMEN
  • behind the spotlight
  • The Way to Love You
  • back to you | wonruto
  • Love is an open Door || Riku x Carmen
  • Directed Attention
  • Fallin' All In You
  • The First Night
  • Between Bullets and Heartbeats
  • Not My Type? Says Who!

Semua melihatnya sebagai seorang pemuda baik, supel, berprestasi, berasal dari kalangan atas, berkepribadian santun. Tapi siapa sangka, dibalik sosok pangeran dambaan gadis di sekolahnya ternyata dia pun mempunyai kekurangan, Yushi, ternyata adalah pecandu rokok di usia nya yg masih 17 tahun. Carmen hanya seorang gadis sma dengan kemampuan belajar yang buruk dibidang matematika, dia hanya ingin mencari tempat menangis ketika gagal dalam ujian semester kali ini, nilainya anjlok, padahal dia tahu betapa pentingnya nilai itu baginya dikemudian hari, demi beasiswa dan impiannya masuk di universitas yang ia dambakan, dia harus memiliki nilai tinggi yang stabil. Di tempat itu lah Carmen melihatnya, sosok murid nomor satu itu, kakak kelasnya yang merupakan murid kesayangan para guru, yang sama sekali jauh dari pergaulan buruk siswa seumurannya, sedang merokok dengan santainya. Di rooftop belakang sekolah, tepatnya rooftop gedung perpustakaan sekolah

More details
WpActionLinkContent Guidelines