BISIKAN DI BALIK DUA PUNGGUNG {END}

BISIKAN DI BALIK DUA PUNGGUNG {END}

  • WpView
    Reads 123
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadComplete Wed, Mar 18, 2026
WpInfo
Non-Fiction
Autobiography
Ada suara yang cuma bisa aku dengerin... kayak ada orang berdiri di belakangku terus! Damara sama Aruna tuh sahabat kelas 6 SD yang beda banget-satu ceria satu suka sendiri. Sampe suatu hari Aruna mulai sering ketakutan dan bilang ada bisikan aneh yang nyelinap di telinganya. Damara nekad cari tahu, dapet gambar aneh dan buku harian yang cerita rahasia keluarga Aruna. Akhirnya dia masuk rumah tua terlarang di ujung desa... dan ketemu potret cewek dengan wajah ditutup kain hitam! Ternyata dulu keluarga Aruna ada perjanjian sama sesuatu yang gak kelihatan, dan sekarang Aruna yang jadi targetnya. Bisa aja darahnya bakal bikin dia jadi bagian dari kekuatan itu... atau persahabatan mereka yang bisa ngalahin kegelapan? ⚠️ Mohon jangan dijiplak atau dicopy ya! Karya ini berasal dari pengalaman pribadi dan imajinasi saya sendiri. ✨ Jangan lupa vote, komen cerita kalian suka bagian mana aja, dan pantengin terus yaa akun ku! Semoga kalian suka! 📅 START: 12 Maret 2026 🔚 END: 18 Maret 2026
All Rights Reserved
#3
kisahseram
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tujuh Belas, Setelah Tengah Malam
  • Consumed
  • Tiga Bersaudara Perguruan Awan Putih
  • Little time
  • Run to You
  • ​🏹 Tsurune: Panah yang Terputus 🏹 ✅️
  • Semua Tentangmu
  • Dandelion
  • BELIEVE
  • Altar Darah!

Pada hari ulang tahunnya yang ketujuh belas, Gong Yuanzhi tidak meniup lilin. Ia menyalakan dupa. Di rumah yang sama, bersama tiga kakak yang mencintainya dengan cara yang terlalu dingin dan terlalu terlambat, Yuanzhi belajar menerima-bahwa kehangatan tidak selalu datang dalam bentuk pelukan, dan keluarga kadang hanya bisa dipertahankan lewat diam. Ketika penyakit merenggut waktunya perlahan, Yuanzhi memilih mendekat. Bukan untuk ditahan. Bukan untuk diselamatkan. Hanya untuk berpamitan. Sebuah kisah tentang kehilangan yang tidak berteriak, penyesalan yang datang setelah semuanya selesai, dan cinta yang akhirnya diakui-tepat setelah tengah malam.

More details
WpActionLinkContent Guidelines