Murders In Silence

Murders In Silence

  • WpView
    Reads 41
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 21, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Ketegangan terjadi di hari besar, pernikahan putra keluarga terpandang dengan seorang advisor kepala pemerintahan yang memiliki citra baik di depan publik secara tiba-tiba hancur dalam sekejap karena insiden penembakan yang menewaskan Sean. Pernikahan yang digadang-gadang akan membawa perubahan besar ini mengungkap sisi lain dari perebutan kekuasaan diantara raksasa swasta dan pemerintahan itu sendiri, dengan seseorang yang dimanfaatkan, Blaire Valley. " They put your freedom, as if you can do whatever you want, but still in they cage." Itulah yang Blaire dengar dari pria yang membawanya pergi dari ballroom pernikahannya. Satu hal yang Blaire sadari adalah, wajah ini tidak begitu asing baginya. Sebuah informasi yang mengatakan jika Blaire tidak seharusnya ada disini, tapi karena keputusan pria dengan julukan Mr. Mauders inilah yang membawanya terjerumus lebih dalam di lingkaran gelapnya. Akankah Blaire bisa membebaskan diri dari sosok Mauders yang dikatakan lebih menakutkan dari monster manapun, bahkan menurut rekannha ketujuh demon yang akan bersujud jika dihadapkan dengan kegilaan Mauders.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Kembang Desa
  • Salah Status [END]
  • Nakula
  • Prahara Lamaran [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Stand by Me (END+LENGKAP)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines