Blind Devotion [21+]

Blind Devotion [21+]

  • WpView
    Reads 13,298
  • WpVote
    Votes 1,321
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 12, 2026
⚠️ [Mature Content] Be wise with your reading. ──── Terjebak dalam raga karakter novel yang memiliki takdir untuk tewas di tangan Male Lead? Itu mungkin mimpi buruk bagi sebagian orang. Namun, bagaimana jika jiwa yang mengisi tubuh itu adalah seorang mahasiswi S2 Psikologi yang terbiasa membedah dan memanipulasi akal sehat manusia? Pasrah menunggu kematian? Tentu tidak. Beruntung, ia masuk ke dalam cerita tepat saat Male Lead sedang hancur dan mengalami regresi mental. Dihadapkan pada sosok yang kini begitu polos dan rapuh, instingnya justru terpancing. la tidak bisa menahan diri untuk menanamkan doktrin serta pelajaran tabu yang melampaui batas, mengikat pemuda itu dalam ketergantungan ekstrem kepadanya. Niatnya bukan sekadar bertahan hidup, melainkan menundukkan calon eksekutornya agar bertekuk lutut dan memohon afeksinya. ──── Start: 24 Januari 2026
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Prahara Lamaran [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Salah Status
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • Nakula

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines