Story cover for Red Files by sky_vyz
Red Files
  • WpView
    Reads 331
  • WpVote
    Votes 61
  • WpPart
    Parts 6
  • WpView
    Reads 331
  • WpVote
    Votes 61
  • WpPart
    Parts 6
Ongoing, First published Jan 24
"Saat hukum dipaksa diam, Redline mulai bicara."

Virelia adalah kota yang dibangun di atas tumpukan berkas yang sengaja dihilangkan. Di sini, kejahatan tidak selalu berakhir di penjara; terkadang ia hanya butuh koneksi yang tepat untuk dihapus dari catatan kepolisian. Namun, di sudut kota yang remang, sebuah unit bayangan beroperasi di bawah kedok Redline Service & Maintenance -sebuah perusahaan jasa yang menjanjikan perbaikan bagi segala sesuatu yang "rusak".

Dipimpin oleh dua sosok yang bergerak di area abu-abu, Redline Service & Maintenance mengumpulkan mereka yang telah dikhianati oleh sistem: seorang mantan militer yang dikambinghitamkan, polisi yang muak dengan kemunafikan, detektif yang bermain di dua dunia, peretas yang bersembunyi di balik meja administrasi, hingga warga sipil yang dipersenjatai oleh dendam.

Misi mereka sederhana namun mematikan: Membuka kembali setiap kasus yang ditutup paksa dan menyelesaikannya dengan cara yang tidak bisa dilakukan oleh hukum formal. Mereka adalah eksekutor dari Red Files-kumpulan informasi whistleblower anonim yang menjadi vonis bagi mereka yang merasa tak tersentuh.

Namun, menyatukan orang-orang dengan masa lalu yang hancur bukanlah perkara mudah. Di tengah misi berbahaya membongkar konspirasi besar kota Virelia, satu pertanyaan besar membayangi mereka: Apakah mereka benar-benar sebuah tim yang solid, atau hanya sekumpulan orang asing yang terikat oleh kemarahan yang sama?

Di dunia di mana pengkhianatan adalah mata uang utama, Redline harus belajar bekerja sama sebelum sistem yang mereka lawan justru menghapus mereka selamanya.
All Rights Reserved
Sign up to add Red Files to your library and receive updates
or
#39seungcheol
Content Guidelines
You may also like
Tunangan Cilik by Putritari012
9 parts Ongoing
Waah... jadi keras..." gumam Lisa sambil jongkok, menyentuh salah satu 'kue' yang sudah kering. "Keras banget... kayak... kayak beneran kue kering..." Dia mengangkat satu 'kue' kecil-yang dulu berbentuk bulat, sekarang jadi agak retak tapi tetep bulat. Keras. Padat. "Wah... teksturnya kayak cookies..." Lisa memutar 'kue' itu di tangannya, mata bulatnya menatap dengan penuh ketertarikan. "Coklat juga warnanya..." Dia ingat cokelat yang masih di tangan kiri-cokelat dari Miguel yang belum dibuka. Otaknya yang sepuluh tahun mulai bekerja dengan logika unik ala Lisa. "Hmm... kalau... kalau aku makan cokelat bareng kue tanah ini... pasti rasanya kayak cookies cokelat yah...?" gumamnya pelan-ngomong sama diri sendiri. Dia buka cokelat Miguel-patah setengah, masukin mulut. Manis. Enak. Lalu dia menatap 'kue tanah' kering di tangan kanannya. "Cuma... cuma coba dikit aja..." bisiknya sambil mendekatkan 'kue tanah' itu ke mulut. "Cuma jilat... nggak dimakan... cuma... cuma cek teksturnya aja..." 'Kue tanah' itu makin dekat-lima senti dari bibir. "Cuma... cuma sentuh lidah dikit..." Tiga senti. "Nggak bakal dimakan kok... cuma..." Satu senti- "LISA!" Lisa terlonjak-hampir jatuh ke belakang. 'Kue tanah' lepas dari tangannya, jatuh ke rumput. Miguel berdiri di pintu belakang, nafas sedikit ngos-ngosan karena lari cepat. Mata sipitnya menatap tajam-campuran khawatir dan 'aku tau kamu mau ngapain'. "M-Miguel?!" Lisa berdiri cepat, pipinya langsung memerah. "Kenapa... kenapa kamu kesini?!" "Kamu mau makan itu kan?" Miguel melangkah mendekat, menatap 'kue tanah' yang jatuh di rumput. "NGGAK!" teriak Lisa defensif maksimal-reflek. "Aku cuma... cuma lagi lihat-lihat aja!"
You may also like
Slide 1 of 10
Held Without Hands cover
Second Choice  cover
Tunanganku, Aku, sahabatku cover
MY POLOS BABY LILI cover
Jenny and 2 Handsome Brothers cover
SETELAH SALJU MERAH MENCAIR cover
The Scarlet bloom of serendipity_Hunlis✓™ cover
Tunangan Cilik cover
RECONNECTED cover
Home (not) Sweet Home cover

Held Without Hands

3 parts Ongoing

Di balik sorotan panggung dan senyum seorang idol, Lisa menyimpan trauma dan ketakutan untuk kembali percaya. Lisa pernah mencintai dengan sepenuh hati, dan kehilangan dirinya sendiri di dalamnya. Lalu seseorang hadir menyembuhkan rasa traumanya, membuat Lisa merasa nyaman dan percaya lagi.