What We Couldn't Be

What We Couldn't Be

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 11, 2026
Ini adalah catatan perjalanan seorang perempuan dalam menghadapi kehilangan, harapan, dan proses bertumbuh yang tidak selalu ia pilih. Ditulis dalam bentuk refleksi personal, tulisan-tulisan ini mengajak pembaca menyusuri fase-fase hidup yang diwarnai oleh cinta yang tidak berakhir dengan kebersamaan, mimpi yang tertunda, serta kedewasaan yang datang lebih cepat dari kesiapan. Melalui kisah-kisah tentang hubungan yang singkat namun bermakna, keputusan-keputusan sulit, dan usaha untuk tetap bertahan, penulis menggambarkan bagaimana harapan dapat berubah menjadi beban, dan bagaimana melepaskan tidak selalu berarti gagal. Setiap pertemuan dan perpisahan menjadi ruang belajar tentang batas diri, tentang menerima kenyataan, dan tentang memahami bahwa tidak semua orang ditakdirkan tinggal.
All Rights Reserved
#26
memoar
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Transmigrasi Gio
  • Mas Masinis
  • A MASTERPIECE OF TRAGEDY ✓
  • Laskar
  • Teman Kecilku
  • crazy family
  • Saat Rumah Kembali Utuh
  • Half Of My Heart ​[UNDER REVISION]
  • the protective myhusband
  • One Shot 21+

Gio Arkana, pemuda 20 tahun yang harus bertransmigrasi ke dalam tubuh pemuda 17 tahun. Anak yang tidak pernah dianggap kehadirannya karena anak pungut yang dibawah oleh sang ayah. Gio Arkana, anak kuliahan yang hidupnya santai dan mager kini harus menghadapi keluarga biadap. apakah gio bisa bertahan? Rasendriya gio gardapati, anak bungsu yang dilupakan kehadirannya. Mereka lebih percaya dengan anak yang tidak jelas identitasnya. Bahkan mereka melupakan anak kandung dan darah sah dari keluarga gardapati. Gio yang memang pendiam tak habis pikir dengan keluarganya. Alih-alih merebut kembali perhatian mereka, gio memilih menghindar. Tidak ada obrolan dan tidak ada kata yang keluar dari mulutnya ketika berkumpul dengan mereka. Hanya tatapan dingin yang ia layangnya. Gio Arkana tidak pernah berpikir bahwa hidupnya akan berubah setelah kalah dari pertandingan taekwondo nya. Pukulan keras yang dilayangkan musuhnya membuatnya harus mati dan bertransmigrasi ke dalam tubuh bocah remaja. Apa yang akan dilakukannya? Berontak? Menurut? "Huftt keluarga bodoh" gumannya. "buat apa kalian peduli" sarkasnya.. Yang penasaran cuss lanjut baca aja ya guyss.....

More details
WpActionLinkContent Guidelines