Unprofessional Diagnosis [END]

Unprofessional Diagnosis [END]

  • WpView
    LETTURE 8,516
  • WpVote
    Voti 448
  • WpPart
    Parti 39
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione dom, mar 22, 2026
Mentari Kusumawardani (35) menganggap hidup adalah sekumpulan angka dan jadwal yang harus presisi. Hitam, pahit, dan efisien, seperti espresso yang ia minum setiap jam enam pagi. Baginya, cinta hanyalah kesalahan manajemen emosi yang tidak menguntungkan, terutama setelah tunangannya memilih tidur dengan adiknya sendiri. Namun, tubuh Mentari tidak sejalan dengan logikanya. Setelah menyelesaikan rapat penting dan memastikan semuanya berjalan sempurna, ia justru jatuh pingsan. Di rumah sakit, ia bertemu dengan dokter Rangga Aditya, seorang spesialis penyakit dalam yang tidak peduli pada sopan santun. Rangga tidak memberikan resep obat. Ia memberikan penghinaan. Menurutnya, penyakit Mentari sederhana, ia terlalu gila kerja dan lupa cara menjadi manusia. Rangga mendiagnosis hidupnya, bukan sekadar detak jantungnya. Di antara jadwal audit perusahaan dan kontrol rumah sakit, Mentari dipaksa menghadapi satu kenyataan yang selama ini ia hindari. Bertahan hidup tidak selalu berarti menjadi kuat, dan berhenti bukan selalu bentuk kegagalan.
Tutti i diritti riservati
#718
kedokteran
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • N O R M A L ✓
  • THE UNTOUCHABLE WIFE
  • OUR DADDY [A SHORT STORY] • COMPLETE
  • THE ARCHITECT OF OUR SHARED SILENCE
  • The Cold Ceo's Hidden Heir
  •  Widower's Fat Wife [End]
  • IKATAN RAHASIA
  • The Law Of Love
  • Kali Kedua
  • Elle Canossa

[LENGKAP] Yumna itu cewek cantik dan pintar dari SMA Mentari. Beberapa cowok pun berusaha mendekat, tetapi hatinya sudah sekeras batu yang nggak mudah dilunakin begitu saja. Akhirnya, semua orang menyebutnya 'Tidak normal', hanya karena dirinya yang sering menolak cowok ganteng. Selain itu, ia juga tidak membuka akses pertemanan lebih jauh kepada teman-teman perempuannya. Telinganya sering mendengar orang lain berkata, "Yumna pasti punya sugar daddy, makanya nolak cowok sekelas Marcell." atau "Gue curiga cewek itu belok, cantik gitu seleranya pasti bukan sama cowok." Yumna menjauh, enggan mendengar stigma dari orang yang nggak tau kebenaran hidupnya. Hingga pada akhirnya, hati yang keras bagaikan batu itu terus ditetesi air oleh teman laki-lakinya yang nggak menyerah untuk mengganggu hidupnya.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti