Di Valcrysten, nama Raxelltra bukan sekadar nama keluarga. Mereka adalah hukum itu sendiri. Tak ada yang berani menentang, apalagi menyentuh.
Keluarga Raxelltra memiliki dua pewaris. Yang sulung bernama Claudya Espalita Raxelltra, sedangkan yang bungsu bernama Clowynitha Nakharena Raxelltra.
Keduanya dikenal publik sebagai simbol kesempurnaan. Cerdas, berprestasi, berparas menawan, dan terlahir dalam kemewahan membuat orang banyak iri pada hidup yang terlihat tanpa cela itu.
Namun di balik sorotan dan puja-puji, tersembunyi sisi gelap yang tak pernah berani disentuh siapa pun.
Di hadapan dunia, mereka tampak lemah lembut dan elegan. Namun di balik pintu tertutup, mereka adalah jiwa-jiwa buas. Mereka menjadikan manusia sebagai permainan, mengendalikan tanpa belas kasihan, dan menikmati penderitaan tanpa rasa bersalah.
Banyak yang telah menjadi korban.
Namun dengan kekuasaan adidaya yang mereka miliki, tak satu pun berani membuka suara.
Hingga suatu malam, Claudya memilih seorang pria yang berbeda. Dingin. Diam.
Tatapannya dipenuhi kebencian dan keputusasaan, namun tak pernah memohon. Seander Ransz Trincien namanya.
Claudy menjadikannya sebagai mainan baru, tapi tidak lama karena setelahnya dia harus pergi meninggalkan Valcrysten untuk sementara waktu atas permintaan keluarga.
Di saat Claudya pergi, Clowynitha mengambil alih. Disanalah segalanya berubah.
Yang awalnya hanya kendali, perlahan menjadi ketergantungan.
Yang seharusnya sekadar permainan, berubah menjadi perasaan yang tak bisa ia matikan. Tanpa sadar ia telah jatuh cinta pada pria yang membenci dirinya, dan seluruh keturunan Raxelltra.
Tanpa ia sadari, bahwa sebenarnya Seander tak pernah menjadi korban tanpa tujuan. Ia datang bukan untuk bertahan, melainkan untuk membalas dendam.
All Rights Reserved