[1]-The Aftermath of J

[1]-The Aftermath of J

  • WpView
    Odsłon 109
  • WpVote
    Głosy 7
  • WpPart
    Części 10
WpMetadataReadW trakcie
WpMetadataNoticeOstatnia publikacja niedz., lut 8, 2026
"Gue emang amanah dari Jeno, tapi perasaan gue ke lo bukan bagian dari tugas itu." Bagi Na Jaemin, menjadi pengganti Jeno adalah kutukan sekaligus berkah yang paling menyakitkan. Ia menerima tanggung jawab untuk menjaga Zara, namun ia tidak pernah siap jika harus terus-menerus kalah dari bayang-bayang seorang pria yang sudah tenang di dalam tanah. Setiap kali Jaemin memeluk Zara, ia tahu bukan pelukannya yang Zara cari. Setiap kali Jaemin menghapus air mata Zara, ia tahu bukan namanya yang Zara bisikkan. Jaemin sadar, ia sedang bertaruh dengan waktu dan kenangan yang abadi. Ia bertarung dengan sosok 'J' yang tidak akan pernah bisa berbuat salah lagi karena ia sudah tiada. Namun, Jaemin terlalu keras kepala untuk menyerah. Baginya, jika Jeno adalah masa lalu yang indah, maka Jaemin adalah realita pahit yang akan tetap bertahan meski Zara berkali-kali memintanya pergi. "Liat gue, Ra! Sampe kapan lo mau meluk hantu sementara ada orang yang masih hidup dan berdarah-darah demi lo di sini?" Di antara makam yang dingin dan janji yang belum usai, Jaemin mencoba satu hal yang mustahil: Menghapus jejak Jeno dan menggantinya dengan namanya sendiri. Ini bukan hanya tentang moving on. Ini tentang Jaemin yang rela menjadi pelampiasan, asal Zara tetap ada dalam jangkauannya. Apa cinta jaemin tulus atau karena 'J' yang menyuruh menjaga Zara??
Wszelkie Prawa Zastrzeżone
#18
mentalhealthy
WpChevronRight
Dołącz do największej społeczności pisarskiejOtrzymuj spersonalizowane rekomendacje dzieł, zapisuj ulubione dzieła w bibliotece oraz komentuj i głosuj, aby rozwijać swoją społeczność.
Illustration

To może też polubisz

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • EVANESCENT
  • Transmigrasi Ziora
  • GRAVARENZO
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Blueprint Pelarian Villain
  • Tsundere Maniak Susu
  • I'm Not Just a Figuran
  • GHAIKA (REVISI)
  • The Time

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Więcej szczegółów
WpActionLinkWytyczne Treści