Prolog Sejak kecil, Asteria Camellia selalu dianggap berbeda. Bukan karena ia memiliki kekurangan, bukan pula karena penampilannya aneh. Justru sebaliknya-Asteria terlihat seperti gadis biasa pada umumnya. Namun ada sesuatu yang tidak bisa dilihat oleh orang lain, sesuatu yang hanya bisa ia rasakan sendiri. Asteria mampu melihat hal-hal yang tak kasat mata. Bayangan-bayangan yang tidak memiliki wujud jelas. Sosok-sosok yang terkadang berdiri diam di sudut ruangan. Bisikan-bisikan yang terdengar samar ketika malam terlalu sunyi. Bagi Asteria, semua itu adalah bagian dari hidupnya sejak lama. Namun bagi orang lain, itu hanyalah kegilaan. Karena itulah teman-temannya menjauh. Beberapa dari mereka takut. Sebagian lagi menganggapnya aneh. Dan Asteria pun terbiasa sendirian. Sampai suatu hari, sekolahnya mengadakan study camp tahunan di sebuah desa pegunungan terpencil. Saat mendengar rencana itu, perasaan tidak nyaman langsung muncul dalam diri Asteria. Ia tahu tempat seperti pegunungan sering menyimpan lebih banyak hal yang tidak seharusnya dilihat manusia. Ia ingin menolak. Namun kegiatan itu wajib bagi seluruh siswa. Tidak ada pilihan lain. Tanpa ia sadari, keputusan untuk mengikuti perjalanan itu akan mengubah hidupnya selamanya. Di gunung itu... Asteria melakukan kesalahan terbesar dalam hidupnya. Sebuah kesalahan yang membuka segel kuno. Kesalahan yang membebaskan sesuatu yang seharusnya tetap terkurung. Dan sejak saat itu, sebuah kutukan mulai mengikuti hidupnya.
Mai multe detalii