Kembar Tapi Tidak Sama

Kembar Tapi Tidak Sama

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 15, 2026
Taehyung dan jungkook adalah saudara non identik kembar namun di perlakukan beda oleh ayah nya Taehyung yang selalu di limpahkan kasih sayang dan sangat di jaga oleh ayahnya nya Sedangkan Jungkook di perlakukan tidak adil tidak ada satupun keluarga yang menganggap nya. Jungkook hanya di cap sebagai pembunuh oleh ayah nya bagitu juga Taehyung yang juga membenci Jungkook Jungkook berusaha mendapatkan kasih sayang dari ayah nya sendiri yang lain hingga suatu hari sebuah kenyataan yang membuat hidup Jungkook semakin hancur
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SASMITA CANDALA (21+)
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Chasing Sanara
  • De Andere Weg (END)
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • Nala dan Mas Juragan
  • The Villain's Mother
  • Almost Married (END)
  • The Last Yes!

Di Fakultas Ilmu Budaya tempat Andini menuntut ilmu, terdapat satu keanehan yang mencolok: seorang dosen bernama Bapak Mahapraja Hapsari. Setiap kali mengajar, beliau selalu mengenakan kain batik sebagai bawahan. Beliau tidak pernah mengenakan celana kain. Kain tersebut dipadupadankan dengan kemeja berwarna teduh, seperti krim, cokelat muda, putih gading, hijau pupus, dan sesekali merah muda. Penampilannya selalu tampak rapi dan konsisten. Pada awalnya, ketika baru memasuki semester pertama, Andini mengira bahwa hal tersebut hanyalah gaya berbusana biasa. Namun, hingga memasuki semester ketiga, gaya berpakaiannya tidak pernah berubah. Pada suatu siang, karena rasa ingin tahu yang besar, Andini memberanikan diri bertanya secara langsung dengan sopan dan santun. Ia bertanya mengapa beliau tetap mengenakan kain lebar yang terkesan gerah di cuaca panas seperti ini. Dosen yang bertubuh besar dan kekar dengan kulit berwarna cokelat mengilat itu tidak segera menjawab. Ia justru balik bertanya, "Kamu bukan orang Jawa asli, bukan?" "Iya, Pak. Saya orang Sunda. Ibu saya yang berdarah Jawa," jawab Andini. Pria itu bergumam pelan, "Sayang sekali." Wajahnya seketika tampak muram. "Jika kamu benar-benar ingin tahu, temui aku di ruanganku pukul lima sore," ujarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines