Aku tidak pernah berniat masuk sejauh ini
Awalnya hanya mimpi biasa-potongan wajah, rumah asing, suara yang datang lalu pergi
Tapi entah sejak kapan, mimpi-mimpiku tidak lagi ingin sekadar dilihat, mereka ingin dirasakan!
Aku terjatuh ke dalamnya
Pelan-pelan
Tanpa sadar
Di sana, waktu tidak berjalan lurus. Masa kecil, remaja, dan hari ini saling bertabrakan. Orang-orang yang pernah melukaiku berdiri berdampingan dengan diriku sendiri yang dulu-yang terlalu kecil untuk melawan, terlalu diam untuk membela diri
Aku bertemu rasa takut yang kukira sudah hilang
Aku bertemu malu yang tidak pernah benar-benar pergi
Aku bertemu diriku sendiri... dalam versi yang selalu kutinggalkan sendirian
Mimpi-mimpi itu tidak datang untuk menakutiku
Mereka datang untuk mengingatkanku
Bahwa ada luka yang belum selesai
Bahwa ada nama yang pernah dirusak
Bahwa ada tubuh dan hati yang terlalu lama dipaksa kuat
Kadang dengan diam
Kadang dengan lari
Kadang dengan pura-pura tidak peduli
Sampai suatu malam, aku sadar,
ini bukan sekadar mimpi
Ini adalah ingatan yang tidak pernah diberi ruang untuk bicara
Aku terlalu lama menutup mata saat terjaga,
hingga pikiranku memilih terbangun saat aku tidur
Mungkin mimpi-mimpi ini terlalu dalam
Atau mungkin...
aku memang sudah lama menghindar dari diriku sendiri
jalan keluar dari mimpi ini
bukan dengan bangun-
melainkan dengan berani melihat luka, dan mengakuinya sebagai bagian dari diriku yang masih hidup.
✓cover by pinterest+flyzeey
✓not copy
Todos os Direitos Reservados