Dibalik namanya

Dibalik namanya

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 25, 2026
Cinta tidak selalu tentang memiliki terkadang Kadang, orang yang paling kita cintai justru tak bisa menjadi milik kita. Seperti Aleta ia tahu itu terlalu menyakitkan untuk diterima. Ia mencintai Atlan teman sekelasnya yang selalu membuat hatinya berdebar. Tapi Atlan, tanpa aleta sadari, justru jatuh hati pada siswa baru bernama Livy. Saat Aleta mengetahuinya, dunia seakan runtuh di sekelilingnya. Hatinya hancur, impian tentang mereka berdua lenyap seketika, Tapi itu bukan akhir dari penderitaannya. Hidup yang sebenarnya tiba-tiba menghadirkan cobaan yang jauh lebih berat daripada patah hati. Ada rahasia gelap, dan situasi yang mengancamnya sesuatu yang perlahan-lahan menariknya ke dalam suatu masalah yang tidak bisa ia hindari. Setiap langkah, setiap senyum, dan setiap kata kini terasa berat, seolah nasib permainkannya. Siapa yang bisa aleta percaya? Bagaimana aleta bisa bertahan menghadapi cinta yang mustahil, sakit yang tak tertahankan, dan ujian hidup yang semakin menutup jalannya?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • I'm Not Just a Figuran
  • Transmigrasi Ziora
  • The Time
  • EVANESCENT
  • GHAIKA (REVISI)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Blueprint Pelarian Villain
  • Tsundere Maniak Susu
  • GRAVARENZO

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines